PGM Bagikan Tunjangan

175
0
SERAHKAN TUNJANGAN. Asep Rizal Asyari (kiri) dan Arip Ripandi (kanan) menyerahkan Tunjangan dari Pemerintah Kota Tasikmalaya kepada guru madrasah di MTs Nur Ilahi Tasikmalaya, Senin (11/6).

TASIK – Menjelang Hari Ra­ya Idul Fitri, Perkumpulan Guru Madrasah (PGM) Kota Tasikmalaya membagikan tun­jang­an guru madrasah non-PNS, nonfungsional dan non­sertifikasi mulai dari jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI), Ma­d­rasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) se-Ko­ta Tasikmalaya di Kompleks MTs Nur Ilahi, Cilembang, Kota Tasikmalaya.

Ketua Umum DPD PGM Ko­ta Tasikmalaya Asep Rizal Asy’ari mengatakan pembagian tunjangan tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah Kota Tasikmalaya kepada gu­ru madrasah melalui PGM.

“Ini hasil komunikasi dan si­la­turahmi PGM dengan pe­me­rintah sehingga ada koordinasi dan sinergitas yang ter­bangun. Jika dilihat dari no­minalnya memang tidak begitu besar. Namun hal ini menjadi hadiah berharga dan menambah kebahagiaan serta motivasi besar bagi para guru madrasah yang sama sekali tidak mendapatkan tunjangan apapun,” tutur Asep Rizal, Senin (11/6).

Asep berharap pemerintah konsisten dalam mengakomodir ke­ber­adaan guru madrasah yang ada di bawah naungan Kementerian Agama (Kemanag) yang jenjang pendidikannya mulai dari RA, MI, MTs dan MA. “Ini tahun ketiga guru madrasah mendapatkan tunjangan dari pemerintah, semoga tahun depan bisa makin bertambah,” ungkapnya.

Sebetulnya, tutur Asep Rizal, kondisi saat ini sangat mi­ris. Di mana tunjangan fung­sional (tufung) untuk guru ma­drasah tidak cair dari pu­sat. Sehingga hal ini juga menjadi pekerjaan rumah bagi PGM untuk terus melakukan konsolidasi dan advokasi un­tuk memperjuangkan hak tersebut.

”Tufung dari pusat anggar­annya, sedangkan tunjangan itu dari pemerintah daerah (pemda). Dan tunjangan yang kami bagikan menjelang Idul Fitri ini adalah dari peme­rintah kota dan DPRD Kota Tasikmalaya,” ujarnya.

Setelah Idul Fitri, terang dia, PGM akan mendatangi kembali DPRD untuk membantu mem­fasilitasi PGM agar bisa berangkat ke Jakarta. “Kasih­an ada hampir 900 guru ho­nor­er tidak mendapatkan tunjangan. Kami akan meminta dukungan DPRD untuk ber­sama memperjuangkan hak tersebut,” tuturnya.

Semoga, jelas dia, semangat mengajar tetap utuh dan semangat pemerintah serta ke­peduliannya terhadap ma­drasah juga tetap utuh. “Karena bagi kami guru ma­drasah itu ikhlasnya luar biasa tapi bukan berarti tidak dipertimbangkan nasibnya,” ungkap Asep Rizal.

Sekretaris DPD PGM Kota Tasikmalaya Arip Ripandi me­nyebutkan jumlah guru yang mendapatkan tunjangan operasional yang diterima dari pemerintah kota sekitar 400 guru dari total 3.000 guru non­tunjangan.

“Ini ka­mi pilah dan diberikan pa­da guru nontunjangan. Kalaupun ada kecemburuan sosial karena tidak semua guru mendapatkan semoga jadi per­timbangan tahun depan sehingga bisa ditambah lagi. Meskipun demikian kami ber­syukur karena pemerintah kita memperhatikan nasib guru honorer, nonfungsional, non­sertifikasi,” ujar Ketua KKG MI Kota Tasikmalaya ini.

Nina Siti Fatonah, guru dari MI Tarbiyatul Ummah Tasikmalaya sangat bersyukur karena di­per­hatikan. “Harapannya se­moga terus bisa ditingkatkan lagi. Jumlahnya semoga ber­tambah dan paling penting menambah semangat guru untuk mendidik dan makin semangat mengajarnya,” ung­kap Nina. (ais)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.