Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

3.1%

19.8%

7.3%

69.8%

PGM Kota Tasik: Harus Ada Model Belajar yang Bisa Diterima Semua Warga

71
0
DISKUSI. Ketua Umum DPD PGM Kota Tasikmalaya Asep Rizal Asy’ari SPd (kiri) berdiskusi dengan stakeholder pendidikan mengenai kebijakan belajar dari rumah, di Gedung Serbaguna DPRD Kota Tasikmalaya Selasa (28/7). Pihaknya berharap pemerintah mengeluarkan kebijakan pendidikan yang efektif. Fatkhur Rizqi / Radar Tasikmalaya
DISKUSI. Ketua Umum DPD PGM Kota Tasikmalaya Asep Rizal Asy’ari SPd (kiri) berdiskusi dengan stakeholder pendidikan mengenai kebijakan belajar dari rumah, di Gedung Serbaguna DPRD Kota Tasikmalaya Selasa (28/7). Pihaknya berharap pemerintah mengeluarkan kebijakan pendidikan yang efektif. Fatkhur Rizqi / Radar Tasikmalaya

TASIK – Dalam rangka meninjau ulang kebijakan belajar dari rumah, Dewan Pengurus Daerah Persatuan Guru Madrasah (DPD PGM) Kota Tasikmalaya melaksanakan focus group discussion di Gedung Serbaguna DPRD Kota Tasikmalaya, Selasa (28/7). Hal ini diharapkan menjadi bahan pertimbangan pemerintah dalam membuat kebijakan pendidikan yang efektif.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya H Budiaman Sanusi, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Penmad) Kota Tasikmalaya H Asep Bahria SAg MPdI, Sekertaris Komisi 4 DPRD Kota Tasikmalaya Gilman Mawardi, Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Polresta Tasikmalaya Kota Kompol Shohet dan perwakilan organisasi-organisasi profesi guru.

Ketua Umum DPD PGM Kota Tasikmalaya Asep Rizal Asy’ari SPd mengungkapkan, diskusi ini sangat penting untuk membahas adanya alternatif baru belajar dari rumah. Sehingga dapat melahirkan model pembelajaran yang dapat diterima oleh semuanya.

“Ini untuk mencari solusi bersama, karena kita mencintai dunia pendidikan,” katanya kepada Radar, Selasa (28/7).

Ia mengatakan, pada masa pandemi ini, kata Rizal, pendidikan memakai kurikulum darurat dengan bentuk KBM jarak jauh atau virtual. Model pembelajaran ini membuka rasa ketidak kepuasan dari orang tua siswa karena banyak ketimpangan sosial.

“Kekhawatiran itu kita hargai. Namun jangan sampai kebijakan itu merugikan kelompok lain,” ujarnya.

Kemudian, kegiatan ini nantinya sebagai pertimbangan kebijakan yang berbanding lurus dengan tuntutan dari orang tua dan guru yakni belajar tatap muka untuk kembali dibuka.

“Memang banyak menginginkan seperti itu (belajar tatap muka, Red). Mereka pun siap memakai protokol kesehatan agar terjaga dari virus. Hasil rekomendasi ini akan kita sampaikan kepada ketua gugus tugas dan dinas kesehatan,” tambahnya.

“Pemerintah harus bijak dan harus ada pemerataan. Jangan sampai tempat hiburan dibuka sedangkan di pendidikan belum. Maka KBM daring harus ditinjau ulang,” ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya H Budiaman Sanusi SSos mengatakan, program belajar dari rumah mempunyai prinsip menjaga keselamatan siswa dan guru, karena sebagai prioritas utama adalah kesehatan.

“Mereka (anak-anak, Red) termasuk rentan terpapar Covid-19. Maka saya sementara merekomendasikan untuk belajar dari rumah,” katanya.

Untuk itu, tenaga pendidik diminta untuk menyesuaikan metode pembelajarannya. Carannya melalui pendidikan karakter, literasi, dan numerasi. “Walau cukup berat, guru harus cepat beradaptasi. Maka belajarlah dari pengalaman,” ujarnya.

Tapi tidak menutup kemungkinan, sambung Budiaman, ketika Tasik sudah zona hijau dan dibolehkan tatap muka ia akan mengusahakannya. “Bisa diusahakan sekolah dibuka dengan memakai protokol kesehatan,” katanya.

Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Penmad) Kota Tasikmalaya H Asep Bahria SAg MPdI menjelaskan, KBM daring ini merupakan kebijakan dari pusat. Pihaknya hanya menurunkan saja. Bagi daerah yang masih tergolong zona biru masih melakukan belajar dari rumah. “Jadi setiap kebijakan ada dua sisi. Dirugikan dan menguntungkan,” ujarnya.

Proses belajar dari rumah ini penting dilakukan untuk menjaga kesehatan. Tapi ketika dua minggu ke depan Tasik berubah zona hijau, bisa diusahakan untuk mengembalikan KBM di sekolah.

“Alternatif belajar dari rumah mendekati efektif. Sehingga meminimalisir risiko terpapar virus,” katanya.

Sekretaris Komisi 4 DPRD Kota Tasikmalaya Gilman Mawardi mengakui pembelajaran tatap muka saat pandemi tidak diperbolehkan. Hasil ini, dari surat keputusan bersama empat menteri, dari PAUD sampai perguruan tinggi. “Mau tidak mau harus dijalankan belajar dari rumah,” ujarnya.

Kota Tasikmalaya sekarang pada level zona biru. Sehingga berpengaruh terhadap aspek pendidikan yakni tetap belajar dari rumah. Kecuali di sini berada di zero kasus suspect atau zona hijau, bisa menjadi pertimbangan untuk membuka sekolah.

“Kalau Kota Tasikmalaya berada di zona hijau dan ada keputusan gubernur pasti akan melakukannya (sekolah tatap muka, Red),” katanya.

Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Polresta Tasikmalaya Kota Kompol Shohet mengakui masih ada pembatasan di dunia pendidikan. Caranya dengan belajar dari rumah. Ketentuan ini karena Kota Tasikmalaya masih di zona biru.

“Mari dukung kebijakan pemerintah dalam melawan Covid 19. Sehingga masyarakat dapat terlindungi,” pesannya. (riz)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.