PGM Kota Tasik Terus Perjuangkan Kuota PPPK Guru Honorer Madrasah

44
0
ISTIMEWA. SILATURAHMI. Pengurus DPD PGM Indonesia Kota Tasikmalaya bertemu Kepala Kanwil Kemenag Jawa Barat Dr H Adib MAg (enam dari kanan), Kamis (21/1) di Bandung. Mereka membawa misi memperjuangkan kuota PPPK bagi guru honorer madrasah.
ISTIMEWA. SILATURAHMI. Pengurus DPD PGM Indonesia Kota Tasikmalaya bertemu Kepala Kanwil Kemenag Jawa Barat Dr H Adib MAg (enam dari kanan), Kamis (21/1) di Bandung. Mereka membawa misi memperjuangkan kuota PPPK bagi guru honorer madrasah.
Loading...

TASIK – Semangat memperjuangkan guru honorer madrasah untuk mendapatkan kuota rekrutmen pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), Dewan Pengurus Daerah Perkumpulan Guru Madrasah (DPD -PGM) Indonesia Kota Tasikmalaya melanjutkan koordinasinya dengan Kementerian Agama Kantor Wilayah Provinsi Jawa Barat, Kamis (21/1).

Ketua DPD PGM Indonesia- Kota Tasikmalaya Asep Rizal Asy’ari mengatakan organisasi guru madrasah total memperjuangkan kesejahteraan dan peningkatan kualitas mutu pendidikan madrasah, karena tahun ini pemerintah pusat mengalokasikan 1 juta guru, tetapi belum berpihak kepada pendidikan madrasah, maka tanggung jawab PGM dan Kemenag berjuang mendapatkan keadilan.

”Setelah melakukan audiensi dengan DPRD Kota Tasikmalaya yang bertempat di gedung Banggar DPRD Kota Tasikmalaya pada Selasa (19/1) untuk minta kuota PPPK bagi guru honorer madrasah. Langsung direspons dengan baik oleh Kepala Kanwil Kemenag Jawa Barat Dr H Adib MAg,” katanya kepada Radar, Jumat (22/1).

Sambung Asep, pihaknya pun langsung ke Bandung untuk bersilaturahmi kepada Kepala Kanwil Kemenag Jawa Barat Dr H Adib MAg. Hasilnya beliau siap mendorong misi aspirasi dari DPD -PGM Indonesia Kota Tasikmalaya yaitu meminta keadilan dari pemerintah pusat untuk meminta kuota rekrutmen pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) yang berimbang dan Bantuan Subsidi Upah (BSU) bisa terpenuhi 100%.

”Hasil pertemuannya pun Pak Kanwil Jawa Barat siap memfasilitasi dan bergerak bersama untuk bisa beraudiensi dengan DPR RI di Komisi X atau IIX, Kemenpan-RB, Kemendikbud, serta Kemenag RI. Tujuannya meminta kepedulian pemerintah pusat terhadap pendidikan madrasah,” ujarnya.

loading...

Selain itu, pihaknya pun mendapatkan pesan dari Kepala Kanwil Kemenag Jawa Barat Dr H Adib MAg agar terus meningkatkan profesionalisme guru madrasah sehingga madrasah di Jawa Barat tidak di pandang sebelah mata.

”Jangan hanya memperjuangkan kesejahteraan guru saja. Tetapi harus meningkatkan madrasah lebih hebat dan martabat lagi,” kata Asep Rizal menirukan pesan dari Kanwil Kemenag Jawa Barat Dr H Adib MAg.

Sebelumnya, Kepala Kantor Kemenag Kota Tasikmalaya Drs H Mohammad Ali Abdul Latief MAg menyampaikan rencana pemerintah pusat melakukan rekrutmen PPPK sebanyak 1 juta untuk formasi guru. Itu ternyata belum mengakomodir para guru yang berada di lingkungan kemenag.

”Untuk program PPPK dari alokasi 1 juta, untuk lembaga pendidikan di bawah Kemenag memperoleh kuota rekrutmen tenaga PPPK hanya sebanyak 9.464 formasi. Padahal sudah mengusulkan sebanyak 68.064 formasi untuk guru madrasah, guru PAI, dan dosen PTKI,” ujarnya.

Ia pun bersama-bersama PGM untuk mengusahakan agar mendapatkan kuota yang adil dari 1 juta tersebut.

”Artinya jalan keluarnya pemerintah pusat bisa membagi dengan baik untuk guru dalam naungan Kemenag dan Kemendikbud,” kata dia. (riz)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.