PGM Perjuangkan Nasib Honorer

36

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

TASIK – Menjelang Hari Guru 25 November 2018, Perkumpulan Guru Madrasah (PGM) Kota Tasikmalaya akan menggelar doa dan apel bersama penguatan guru madrasah Kota Tasikmalaya. Acara tersebut rencananya akan digelar di GOR Sukapura Dadaha Kota Tasikmalaya.

Ketua Umum DPD PGM Kota Tasikmalaya Asep Rizal Asy’ari SPdI menuturkan agenda yang akan dilaksanakan PGM menjadi hal penting bagi guru untuk menentukan sikap. Aksi menjadi bahan renungan bagi semua guru madrasah di Kota Tasikmalaya untuk menguatkan kembali spirit pengabdian untuk pendidikan.

“Insya Allah kita akan melaksanakan rapat koordinasi pada moment Hari Guru nanti, dengan semua pengurus PGM yang akan dihadiri semua stakeholder. Refleksi ini kami laksanakan mengingat 90 persen guru madrasah di Kota Tasikmalaya adalah honorer,” terang Asep Rizal saat Talk Show Bincang Radar di Studio Radar TV, Senin (5/11).

Lanjutnya, refleksi Hari Guru nanti juga menjadi spirit baru bagi para guru, makanya acara tersebut akan dihadiri oleh seluruh guru dan stakeholder.

“Dengan refleksi ini diharapkan adanya pengakuan terhadap guru dan K2 yang ada di Tasikmalaya yang keberadaannya bukan hanya diapresiasi oleh materi namun juga oleh kebijakan-kebijakan yang berpihak,” ungkapnya. Moment Hari Guru ini menjadi ajang silaturahmi dan gerakan menuju perubahan. Ketua KKG MI Kota Tasikmalaya Arip Ripandi SPdI mengatakan tahun sebelumnya PGM menyambut Hari Guru dengan halaqoh kepemimpinan, tahun ini ingin ada refleksi bersama untuk meningkatkan spirit dalam mengarungi perjalanan pengabdian dalam pendidikan. Dia berharap refleksi Hari Guru nanti akan ada angin segar bagi kaum honorer sehingga menjadi dorongan dalam peningkatan mutu dan kualitas dalam pengabdian. “Jika ingin berkualitas maka sejahterakan gurunya, pendidikannya dan tenaga kependidikannya,” ujarnya.

Ketua Forum Honorer K2 Indonesia (FHK2I) Kota Tasikmalaya Asep Dian SSosI menuturkan berkaitan dengan Hari Guru pihaknya berharap ada kabar baik utamanya soal kebijakan dari pemerintah untuk para honorer.

“Pasca aksi turun ke jalan di Jakarta, kita ada lima tuntutan di antaranya berharap adanya surat dukungan dari pemerintah baik DPRD maupun Wali Kota terkait pengangkatan K2 secara bertahap, kemudian segera terbitkan SK dari Wali Kota Tasikmalaya terkait penertiban data base seluruh K2. Untuk SK ini sangat berarti bagi K2 selain adanya pengakuan juga menjadi salah satu prasyarat untuk sertifikasi guru. Kita berharap dorongan dari PGM untuk bisa saling koordinasi, sehingga tahun ini bisa terealisasi,” ungkapnya. (ais)

CALEG KITA

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.