Siapa calon Bupati Tasikmalaya pilihan anda?

0.1%

0.9%

60%

2.4%

0.2%

4.5%

20.1%

11.7%

0%

0.1%

0%

PGMI Akan Gugat Pemkab Garut ke PTUN

686
3
AUDIENSI. Alumni Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah saat melaksanakan audiensi dengan BKD Kabupaten Garut Rabu (18/12). Mereka kecewa karena lulusan PGMI yang mendaftar CPNS dianggap TMS. soni tarsoni / rakyat garut

TAROGONG KIDUL – Alumni Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) akan menggugat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Hal itu terkait tidak lolosnya lulusan PGMI yang mendaftar CPNS menjadi guru kelas.

“Sekarang semua lulusan PGMI yang mendaftar CPNS menjadi guru kelas itu tidak memenuhi syarat (TMS) dalam seleksi administrasi di tingkat kabupaten,” ujar Koordinator PGMI Garut Alimudin kepada Rakyat Garut Rabu (18/12).

Langkah ke PTUN karena pihaknya menilai adanya diskriminasi antara lulusan PGMI dengan PGSD. Seharusnya, kata dia, Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Garut memahami bahwa Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Sekolah Dasar (SD) sama kedudukannya, meski beda pengelolaan.

“Kalau MI dikelola oleh Kemenag, kalau SD itu Kememdikbud. Tetapi kedudukannya sama,” ujarnya.

Dengan begitu, kata dia, lulusan PGMI harusnya bisa mendaftar menjadi guru kelas. Sama halnya dengan lulusan PGSD. “Ini seperti ada dikotomi antara PGMI dengan PGSD. Harus diketahui lulusan PGMI ini bukan untuk guru agama, tetapi guru kelas,” ucapnya.

Dirinya pun menyayangkan dengan adanya pembedaan. Padahal, kata dia, di kota dan kabupaten lain lulusan PGMI yang mendaftar menjadi guru kelas lolos seleksi administrasi dan memenuhi syarat (MS). “Di Tasik, Banjar dan Depok seluruh lulusan PGMI yang daftar guru kelas itu memenuhi syarat semuanya,” kata dia.

Sementara itu, Alimudin menerangkan pengajuan PTUN akan dilakukan setelah keluarnya pengumuman masa sanggah pada 26 Desember. “Kalau masih TMS (tidak memenuhi syarat), seluruh alumni PGMI selain mem-PTUN-kan, kami juga akan melakukan aksi besar-besaran ke Pemda Garut,” kata dia.

Terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Garut Deni Suherlan mengatakan sampai saat ini terus membahas di waktu masa sanggah. Terkait ada masukan dari PGMI, pihaknya akan membahas dengan panitia seleksi daerah (Panselda). “Kita masih membahasnya dan berkoordinasi dengan pusat dan daerah lain,” ujarnya. (yna/son)

loading...
Halaman

3 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.