PGN Catat Laba Rp 4,34 Triliun

24
0
Loading...

JAKARTA – PT Perusahaaan Gas Negara (PGN) pada tahun 2018 mencatat laba bersih senilai Rp 4,34 triliun. PGN pun optimistis bisa menjaga kinerja positif pada masa mendatang.

Sekretaris PGN Rachmat Hutama mengatakan sepanjang 2018, PGN membukukan pendapatan USD 3,87 miliar atau meningkat dibandingkan 2017 sebesar USD 3,57 miliar. Pendapatan emiten berkode PGAS tersebut, terutama diperoleh dari hasil penjualan gas sebesar USD 2,79 miliar dan penjualan migas USD 585 juta. Sedangkan laba operasi konsolidasi selama 2018 mencapai USD 645 juta.

“Alhasil, PGN mampu mengoleksi laba bersih sebesar USD 304,9 juta atau ekuivalen Rp 4,34 triliun. Dengan torehan itu, maka EBITDA meningkat menjadi USD 1,19 miliar, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya USD 1,08 miliar,” kata Rachmat dalam siaran persnya, Kamis (21/2).

PGN mengakuisisi 51 persen kepemilikan saham pada PT Pertagas dari PT Pertamina (Persero) pada 28 Desember 2018. Transaksi akuisisi ini dibukukan dengan menggunakan metode penyatuan kepemilikan sesuai dengan PSAK 38 Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali karena PGN dan Pertagas merupakan entitas Sepengendali di bawah Pertamina.

“Kami melakukan berbagai upaya efisiensi sehingga mampu mencetak laba di tengah kondisi perekonomian yang sedang mengalami perlambatan,” katanya.

Di sisi lain, Rachmat mengungkapkan PGN ke depan tetap optimis meraup hasil positif. Terlebih lagi, selaku subholding gas, PGN mengelola mayoritas infrastruktur transmisi dan distribusi gas bumi.

“Dengan begitu, PGN akan jauh lebih efisien serta terjadi penguatan pada rantai bisnis,” ungkapnya.

Loading...

Selama periode 2018, PGN menyalurkan gas bumi sebesar 3.102 juta kaki kubik per hari (MMSCFD). (ant/fin)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.