PGRI Ingatkan Netralitas

16
0
NETRAL. Anggota PGRI Kabupaten Pangandaran saat menghadiri kegiatan di SMAN 1 Pangandaran Rabu (18/12). Deni Nurdiansah / Radar Tasikmalaya
NETRAL. Anggota PGRI Kabupaten Pangandaran saat menghadiri kegiatan di SMAN 1 Pangandaran Rabu (18/12). Deni Nurdiansah / Radar Tasikmalaya

PANGANDARAN – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Pangandaran meminta seluruh guru PNS tidak terlibat dalam pusaran politik praktis pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020. Hal tersebut dikatakan Ketua PGRI Kabupaten Pangandaran Undang Kosasih.

Dia mengatakan secara organisasi tidak akan pernah terlibat dalam politik praktis. Hal itu pun sudah dibuktikan dalam pelaksanaan Pemilu beberapa waktu lalu.

“Kalau soal pilihan itu hak masing-masing ya. Tapi secara organisasi PGRI tidak akan pernah terlibat,” ujarnya Rabu (18/12).

Ia meyakini guru di Pangandaran sudah sangat cerdas. Mereka tidak akan memberanikan diri untuk memobilisasi massa agar mendukung salah satu calon.

”Saya yakin mereka punya pemahaman sampai ke sana, mereka sudah mengerti itu,” katanya.

Khusus untuk guru PNS, dia tidak mengharapkan sampai ada yang menyatakan dukungan secara terang-terangan. Baik secara langsung maupun melalui media sosial.

”Konsekuensinya mereka pasti sudah tahu dan faham jika hal tersebut dilakukan,” tuturnya.

Dirinya mengaku belum mengeluarkan imbauan secara formal terkait larangan politik praktis untuk para guru PNS.

”Kalau secara tertulis tidak ada. Saya hanya bilang jaga netralitas dan jaga profesionalitas. Kalau masalah pilihan cukup disimpan sendiri saja,” ucapnya. (den)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.