PGRI Kota Tasik Bekali Guru Ilmu Teknologi

30
0
AKTIVITAS. Ketua PGRI Kota Tasikmalaya Dodo Agus Nurjaman (kiri) saat mengisi Podcast Radar Tasikmalaya Melawan Covid-19 di Graha Pena Kamis (14/1). Meningkatkan kompetensi mutu dan profesionalitas guru, PGRI Kota Tasikmalaya melaksanakan Webinar Pendidikan, Kamis (21/1). Fatkhur Rizqi/Radar Tasikmalaya
AKTIVITAS. Ketua PGRI Kota Tasikmalaya Dodo Agus Nurjaman (kiri) saat mengisi Podcast Radar Tasikmalaya Melawan Covid-19 di Graha Pena Kamis (14/1). Meningkatkan kompetensi mutu dan profesionalitas guru, PGRI Kota Tasikmalaya melaksanakan Webinar Pendidikan, Kamis (21/1). Fatkhur Rizqi/Radar Tasikmalaya
Loading...

TASIK – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Tasikmalaya melaksanakan Webinar Pendidikan, Kamis (21/1). Program tersebut untuk peningkatan kompetensi mutu dan profesionalitas guru di masa pandemi Covid-19.

Dengan tema Kode Etik Guru dan Aplikasi Guruapp sebagai Adaptasi Organisasi di Era Globalisasi. Adapun pematerinya yaitu Kabid Pembinaan SMP Disdik Kota Tasikmalaya Dr H Dadang Yudhistira SH MPd, Kepala KCD Pendidikan Wilayah XII Tasikmalaya Dr Abur Mustikawanto MEd dan Kepala Disdik Kota Tasikmalaya H Budiaman Sanusi.

Ketua PGRI Kota Tasikmalaya Dodo Agus Nurjaman mengatakan PGRI terus mengupayakan pandemi Covid-19 ini bisa menjadi peluang inovasi dunia pendidikan untuk SDM lebih unggul. Pihaknya pun terus mengajak para guru mengubah tantangan ini menjadi suatu peluang.

“Mudah-mudahan dengan program Webinar Pendidikan ini membawa guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajarnya beradaptasi dengan teknologi serta guru mempunyai kemampuan membuat media pendidikan yang berkualitas,” kata Dodo kepada Radar, Kamis (21/1).

Tujuannya webinar ini pun, kata Dodo, sebagai upaya mempengaruhi dan memperbaiki pendidikan yang mendukung pembangunan berkelanjutan karena tren belajar ke depannya adalah teknologi yang mampu menarik minat siswa dalam proses pembelajaran.

loading...

“Maka untuk mempersiapkan pembelajaran berbasis teknologi, PGRI sudah berinovasi dengan membuat Guruapp.id. Itu sebagai adaptasi organisasi guru di era digitalisasi,” ujarnya.

Selain itu, kegunaan aplikasi Guruapp.id tidak semata-mata untuk informasi, peningkatan mutu, membantu kenaikan pangkat dan wadah menulis para guru saja.

“Melainkan juga bisa untuk kegiatan usaha guru, sehingga bisa menyejahterakan anggota dan menghidupkan program PGRI,” kata dia menjelaskan.

Terakhir, setelah guru mengikuti webinar ini, kata Dodo, diberharapkan guru terus bisa berkreasi dan inovasi, karena guru merupakan profesi yang profesional yang memiliki tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevalusi peserta didik.

Dengan pembekalan guru ini jangan menunggu perintah, tapi sebisa mungkin memaksimalkan pendidikan tetap berjalan yang efektif dan menyenangkan sehingga peserta didik tidak ketinggalan pembelajaran saat Covid-19,” ujarnya.

Pemateri Webinar Pendidikan yang juga Kepala KCD Pendidikan Wilayah XII Tasikmalaya Dr Abur Mustikawanto MEd memberikan arahan kepada pengurus dan anggota PGRI terus mengupayakan pembelajaran menghadapi pandemi Covid-19 dengan digitalisasi dan patuh kode etik. Dengan begitu, saat melaksanakan tugasnya, guru harus profesional, berkualitas, kompetitif dan produktif.

“Artinya guru di Tasikmalaya harus memiliki kode etik saat melakukan kegiatan pembelajaran. Sehingga guru bisa menghargai potensi yang ada di dalam siswanya dengan bijak dan bertanggung jawab,” kata dia.

Untuk menjawab tantangan global, kata Abur, pendidikan di Tasikmalaya saatnya memanfaatkan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi. “Saatnya guru untuk membekali generasi penerus mahir teknologi.

Semua itu sebagai jawaban dalam menghadapi persaingan ketat dan berat di masa yang akan datang,” ujarnya. (riz)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.