PGRI Tegaskan Tidak Ikut Politik Praktis

152
0

JAKARTA – Suhu politik mendekati agenda Pilpres 2019 kian menghangat. Di tengah hingar-bingar politik, Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) menegaskan tidak terlibat dalam agenda politik praktis. Ketua Umum PGRI Unifah Rosyidi menegaskan bahwa mereka memilih untuk bersikap netral.

Ditemui di kantor PGRI Senin (30/4) Unifah menjelaskan agenda politik merupakan bagian dari proses demokrasi nasional. ’’PGRI mengharapkan persatuan dan kesatuan bangsa menjadi nilai untama. Meskipun pilihan berbeda,’’ katanya.

Unifah mengatakan saat ini tensi politik nasional mulai menguat dan memanas. Kondisi ini menurutnya bisa diredam dengan para pemimpin nasional, pemimpin politik, ulama, dan para tokoh agama lainnya. Selain itu juga oleh aparat kepolisian serta TNI. Jelang Hardinkas 2018 Unifah menegaskan, khususnya kepada anggota PGRI, bahwa perbedaan pilihan politik jangan sampai mengoyak kesatuan dan persatuan bangsa Indonesia.

Dia mengungkapkan masih ada laporan bahwa guru yang sempat dilaporkan dengan tudingan terlibah politik praktis. Padahal guru itu hanya kebetulan lewat pada sebuah kegiatan kampanye. ’’Kebetulan juga ada yang melihat, kemudian memotretnya,’’ jelasnya.

Unifah berharap guru juga tidak ditarik untuk kepentingan politik daerah. Dia mengatakan para guru sebaiknya diberikan kesempatan supaya bisa berfokus mengajar di dalam kelas. Praktik-praktik seperti gelombang mutasi setelah ada pilkada, juga tidak lagi menghantui para guru.

Pada kesempatan itu Unifah juga menyinggung rencana Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) membuat kode etik profesi guru. Menurut Unifah Kemendikbud sebaiknya fokus pada mengelola pendidikan supaya bisa memajukan bangsa Indonesia. ’’Tidak usah mencampuri terlalu jauh urusan organisasi profesi guru terlalu jauh,’’ tuturnya. Apalagi saat ini PGRI sudah memiliki kode etik guru.

Sebelumnya rencana membuat pedoman kode etik guru disampaikan Mendikbud Muhadjir Effendy ketika melakukan kegiatan di Jogjakarta Sabtu (28/4) lalu. Saat itu dia mengatakan tahun depan diupayakan sudah ada pedoman baku tentang kode etik guru. Menurutnya selama ini kode etik guru belum terumuskan dengan baik dan bersifat sporadis. (wan/jpg)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.