Pihak Ketiga Penyegel RSUD Akan di-Blacklist

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

TAROGONG KIDUL – Bupati Garut H Rudy Gunawan geram ketika mengetahui adanya rekanan yang sengaja menyegel ruangan pelayanan fisioterapi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Slamet Kabupaten Garut.

“Siapa pemborongnya? akan saya blacklist ,” katanya usai meminpin apel pagi di Lapang Setda Kabupaten Garut, Senin (10/9).

Menurut dia, tindakan rekanan tersebut sangat keterlaluan dan tidak beretika. Seolah-olah tidak percaya terhadap negara.Tindakannya itu mengganggu pelayanan rumah sakit terhadap masyarakat.

“Pelayanan rumah sakit harus tetap berjalan, tidak boleh boleh pihak tertentu apalagi rekanan menyegel ruang pelayanan hanya karena masalah pembayaran,” ujarnya.

Ia mengatakan pihaknya secepatnya akan memanggil pihak ketiga tersebut menanyakan tujuan dari penyegelan ruangan hasil pengerjaannya itu.

“Rekanannya mau saya panggil dan bangunannya juga akan saya teliti dulu seperti apa. Kalau harus bayar, saya bayar,” katanya.

Diakui Rudy, klaim BPJS Kesehatan yang belum cair mempengaruhi operasional rumah sakit. Ia pun meminta agar klaim BPJS Kesehatan bisa segera dibayarkan.

“Ajuan klaim BPJS-nya agak lambat, tetapi sekarang sudah dimasukkan namun belum cair,” paparnya.

Sebelumnya, karena tidak bisa melunasi pembayaran,  ruang fisioterapi di RSUD dr Slamet Garut disegel oleh pihak ketiga.

“Ia benar,  kemarin (Kamis) disegelnya pukul 14.00 usai pelayanan, tidak mengganggu pelayanan di rumah sakit, “ ujar Direktur RSUD dr Slamet, Maskut Farid kepada wartawan, Jumat (7/9).

Menurut dia, ruangan yang baru dibangun tersebut,  sudah kembali dibuka dan digunakan untuk pelayanan masyarakat.

“Penyegelan ini karena miskomunikasi saja antara pemborong dengan kami. Sekarang sudah diselesaikan, ruangannya juga sudah digunakan,” ujarnya.

Maskut mengatakan  penyegelan ruangan fisioterapis oleh pihak ke tiga  karena pihak RSUD dr Selamet belum bisa melunasi proyek pembangunan gedung tersebut kepada pemborong dengan nominal sekitar Rp 200 jutaan. (yna)

loading...