Reza Rizky Hermawan, Pengusaha Muda Tasikmalaya Juara WMM

Pikiran Berubah Usai Gempa Tasik 2009

4

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

Sebagian orang beranggapan menjadi pengusaha sukses harus berada di usia mapan. Apalagi jika bisnis tersebut berkaitan dengan bidang properti yang membutuhkan modal besar.

Rangga Jatnika, Tasikmalaya

Namun anggapan tersebut berhasil ditepis Reza Rizky Hermawan, pemuda kelahiran Tasikmalaya 5 Juni 1989 tersebut mampu membuktikan bahwa usia muda bukan halangan menjadi sukses.

Reza yang bergelut di dunia bidang properti, telah berhasil mengembangkan bisnisnya di usia muda. Bahkan dia diganjar penghargaan juara dua Wirausaha Muda Mandiri (WMM).

Anak dari pasangan H Amat Abdul Gofur dan Hj Kania itu mampu menjadi pengusaha mandiri, dengan penuh kerja keras dan dedikasi tinggi dalam mengembangkan usahanya.

Meskipun secara finansial orang tua berkecukupan, Reza tidak gengsi menjadi penjual celana. Lalu beralih berjualan gelang, sampai menjadi marketing baja ringan. Hal itu dilakukannya tanpa sepengetahuan orang tua. “Saya tidak mau mengandalkan orang tua, walau boleh dikatakan orang tua berkecukupan. Tapi saya ingin hidup mandiri, hasil kerja sendiri,” ujarnya saat ditemui Radar di kantornya di Jasmine Regency Kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalaya, Jumat (21/9).

Lelaki lulusan Interior Arsitektur di Universitas Maranata itu mengaku awalnya memiliki cita-cita ingin menjadi arsitek. namun setelah gempa Tasikmalaya tahun 2009, pikirannya berubah karena menilai hal yang paling dibutuhkan oleh semua manusia adalah tempat tinggal. Dia pun bertekad menjadi pengusaha properti dengan mendirikan perusahaan developer perumahan.

Reza pun mengemukakan niatnya itu ke teman-temannya di kuliah, tetapi bukannya dorongan motivasi yang didapat, Malah malah gunjingan, karena teman-temannya memganggap mengembangkan usaha properti sangatlah sulit. ”Teman-teman saya menganggap itu (usaha properti, Red) mustahil bisa dijalankan tanpa modal besar,” terangnya.

Namun, Reza tidak pernah putus asa. Malah semakin terpacu keyakinan dan semangat untuk bisnis di dunia properti. ”Sampai saya di bilang enggak gaul lah, karena gak pernah ikut nonton konser atau acara-acara hiburan lainnya. Karena saya lebih memilih ikutan pelatihan, seminar dan workshop,” tuturnya.

Reza pun terus mengasah pengetahuannya dengan mempelajari berbagai ilmu tentang bisnis properti. Setelah lulus kuliah tahun 2013, dia membuka jasa konsultasi arsitektur. Hanya bertahan satu tahun usahanya gulung tikar karena minimnya konsumen.

Di tahun 2014, Reza membangun sejumlah rumah, namun tidak dalam bentuk perumahan karena tersendat modal yang belum mencukupi.

Baru di tahun 2015, dia mulai membangun perusahaan developer Hermawan Land dengan modal awal sebesar Rp 100 juta. “Saat itu saya dipercaya oleh pengusaha Jakarta yang siap menyediakan lahan dan saya mengurus pembangunan dan interiornya,” cerita Reza.

Sejak saat itu, bisnis propertinya terus berkembang hingga tahun 2018. Dia bisa membangun dua perumahan Jasmine Regency di Kecamatan Cibeureum dan Cordova Living di Kecamatan Cipedes Kota Tasikmalaya.

Kemudian pada bulan Juli 2018, Reza mendapat rekomendasi dari komunitas pebisnis Nasional untuk turut serta dalam ajang Wirausaha Muda Mandiri (WMM). Awalnya Reza sempat minder sebab event tersebut sangat bergengsi dan bertaraf nasional. “Dan alhamdulillah akhirnya saya berhasil menjadi juara dua WMM, jujur ini sangat berarti bagi saya. Karena kerja keras selama ini telah diapresiasi,” paparnya.

Reza pun kini menjadi pengusaha muda Tasikmalaya pertama yang turut serta dan meraih penghargaan juara II WMM. Hal itu dinilai dari berbagai aspek mulai sosial, perkembangan usaha termasuk inovasi. “Inovasi yang saya miliki yakni melayani cicilan tanpa perantara bank. Jadi bisa kredit langsung ke kami,” katanya. (*)

loading...