Pil PCC Buatan Pabrik Sumpit Kawalu Kota Tasik Bisa Bikin Orang tak Waras

112
0
EKSPOS. Deputi Pemberantasan BNN Irjen Pol Arman Dipari, Wakapolda Jawa Barat Brigjen Pol Dr Akhmad Wiyagus dan Wali Kota H Budi Budiman membeberkan temuan pabrik narkoba di Kawalu Kota Tasikmalaya Rabu (27/11). foto-foto: Rangga Jatnika / Radar Tasikmalaya
Loading...

Janganlah sekali-kali mencoba obat PCC atau paracetamol, caffeine  dan carisoprodol secara berlebihan. Sebab efek dari mengonsumsinya bisa membuat Anda mudah berhalusinasi dan kejang.

Bahkan obat PCC tersebut, mampu mempengaruhi pikiran dan akhirnya mempengaruhi tindakan.

Apalagi obat yang kini dilarang peredarannya tersebut bersifat adiktif, sehingga bisa menyebabkan kecanduan. Lebih parahnya menyebabkan overdosis dan kematian.

Deputi Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) Irjen Pol Drs Arman Depari mengungkapkan sasaran pengedar obat PCC yang ditemukan di pabrik sumpit, yakni kalangan anak muda bahkan pelajar. Hal ini, karenaharga jual narkotika tersebut tergolong murah.

“Jadi jenis ini cukup diminati dan menjadi ancaman untuk anak muda,” ujarnya saat gelar perkara penemuan Parbrik Narkoba di Jalan Syech Abdul Muhyi, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya, Rabu (27/11).

Adapun wilayah edaran berbagai jenis narkoba, termasuk PCC yakni seluruh Indonesia. Pulau jawa menjadi sasaran empuk dengan jumlah penduduk yang paling banyak dibandingkan kepulauan lainnya. “Termasuk kota besar di Pulau Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Jakarta,” terangnya.

Ada pun dampak negatif dari penggunaan obat PCC, kata Arman, dirinya tidak bisa menjelaskan secara medis. Akan tetapi, dari kasus penyalahgunaan obat PCC berpotensi merusak jaringan syaraf, seperti halnya di Kalimantan di mana anak-anak muda bertingkah aneh. “Kejang-kejang bahkan terkesan bertindak seperti zombi,” paparnya.

Loading...

Selain itu, apabila mengonsumsi obat PCC secara berlebihan, bisa juga menimbulkan efek halusinasi di mana seseorang seolah kehilangan kesadarannya. Akhirnya, dia bisa melakukan tindakan yang membahayakan dirinya dan orang lain. “Bahkan ada yang sampai terjun jadi jembatan dan akhirnya meninggal,” katanya.

Maka dari itu, masyarakat harus waspada dalam mengawasi anak-anaknya. Supaya tidak sampai menjadi korban dari penyalahgunaan narkoba jenis apapun, termasuk obat PCC meskipun harganya murah.

Arman menegaskan dalam hal ini, negara tegas memberikan sanksi kepada para pengedar dan bandar narkoba. Seperti halnya dalam kasus ini, dia akan menerapkan Pasal 114 jo dan Pasal 124 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika kepada pelaku yang memproduksi obat PCC. “Ancamannya paling rendah lima tahun, paling tinggi 20 tahun atau hukuman mati,” tegasnya.

Wadir Narkoba Bareskrim Mabes Polri Kombes Pol Krisno Halomoan Siregar yang secara khusus datang ke Kota Tasikmalaya mengatakan maraknya peredaran narkoba sangat mengancam generasi bangsa, pihaknya berkomitmen melakukan upaya pemberantasan. Tentunya bekerjasama dengan BNN agar memudahkan upaya pemberantasannya. “Upaya kita itu mencegah anak-anak bangsa khususnya kaum muda menjadi korban penyalahgunaan narkoba,” tuturnya.

Wakapolda Jawa Barat Brigjen Pol Dr Akhmad Wiyagus SIK MSi MM menjelaskan kolaborasi antara institusi bisa lebih efektif memberantasan narkoba. Seperti halnya pabrik obat PCC di Kota Tasikmalaya ini. “Ini bentuk sinergi yang baik BNN dengan Polri serta partisipasi dari TNI,” katanya.

Menurutnya, penyalahgunaan narkoba merupakan musuh bersama yang bukan semata-mata tanggung jawab pemerintah. Dia berharap masyarakat berperan aktif melakukan pengawasan dan melapor kepada aparat ketika menemukan kegiatan mencurigakan. “Karena apapun jenisnya, narkoba harus kita berantas,” pungkasnya. (rga)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.