Pilbup Pangandaran; Juara Nomor 1, Aman Nomor 2

289
0
TAHAPAN PILKADA. Pasangan calon bupati dan wakil bupati di Pilkada 2020 mengikuti tahapan pengambilan nomor urut yang diselenggarakan KPU Kabupaten Pangandaran, Kamis (24/9). KPU PANGANDARAN FOR RADAR TASIKMALAYA
TAHAPAN PILKADA. Pasangan calon bupati dan wakil bupati di Pilkada 2020 mengikuti tahapan pengambilan nomor urut yang diselenggarakan KPU Kabupaten Pangandaran, Kamis (24/9). KPU PANGANDARAN FOR RADAR TASIKMALAYA

PANGANDARAN – Pasangan calon bupati dan wakil bupati Pangandaran untuk Pilkada 2020 sudah mengambil nomor urut yang diselenggarakan KPU Kabupaten Pangandaran secara terbatas di Hotel Pantai Indah Timur, Kamis (24/9).

Dalam pengambilan nomor urut tersebut, Jeje Wiradinata-Ujang Endin (Juara) mendapat nomor urut 1 sementara Adang Hadari-Supratman (Aman) mendapatkan nomor urut 2.
Usai acara, Calon Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata mengatakan bahwa nomor urut hanya sebuah nomor, sama saja dengan nomor 2, karena hanya ada dua pasangan.

“Namun yang terpenting dengan takdir Allah dan doa dari masyarakat sehingga Juara bisa menang untuk memimpin Kabupaten Pangandaran lima tahun ke depan,” katanya kepada wartawan, kemarin.

Jeje mengatakan, di masa pandemi ini pihaknya berkomitmen untuk menerapkan protokol kesehatan selama masa kampanye. Karena itu merupakan upaya dalam mencegah penyebaran Covid-19 di Kabupaten Pangandaran.

“Adanya kampanye daring itu bagus juga, sebuah kreativitas dalam berpolitik, jadi risiko penularan Covid-19 bisa diminimalisasi walaupun tahapan pilkada tetap dilaksanakan,” ujarnya.

Terpisah, Juru Bicara Tim Aman, Jalaludin mengatakan bahwa nomor urut dua bagi mereka bermakna mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. “Sesuai dengan tekad dan perjuangan Aman, mengarah kepada dua dimensi kehidupan antara dunia dan akhirat,” jelasnya.

Loading...

Baca juga : Tingkatkan PAD, Pemkab Pangandaran Buat Perda Tera Ulang Mandiri

Mereka siap memperjuangkan rakyat Pangandaran dalam keadaan apapun. “Ini merupakan petunjuk dari Allah, bahwa kita memang diciptakan secara berpasang-pasangan,” tuturnya.

Ketua KPU Kabupaten Pangandaran Muhtadin menegaskan, bahwa ada perubahan yang signifikan akibat datangnya Peraturan KPU (PKPU) terbaru yang baru keluar.

“Kemarin kami undang sebanyak 50 orang untuk rapat pleno ini, karena ada PKPU baru yakni PKPU RI Nomor 394 dan Pasal 55 PKPU 13 Tahun 2020 maka tadi pagi kami perketat secara drastis menjadi 13 orang,” jelasnya.

Kata dia, yang hanya boleh masuk itu adalah pasangan calon ditambah satu orang tim kampanye, dua orang anggota Bawaslu dan sisanya komisioner KPU. “Ini demi menjaga keamanan supaya tidak terjadi kluster pilkada dalam penyebaran Covid-19,” terangnya.

Jelas dia, untuk sistem pengundian nomor urut menggunakan kail magnet atau gaya memancing. Proses tersebut memakai gaya memancing, di mana mata pancingnya menggunakan magnet. “Jadi pengundian ini murni tanpa ada rekayasa,” ujarnya.

Kata dia, proses unik tersebut menunjukkan identitas masyarakat Pangandaran yang mayoritas adalah sebagai nelayan. “Ya jadi kelihatannya menarik saja, supaya tidak begitu-begitu saja dalam proses pengambilan nomor urutnya,” katanya.

Setelah pengundian nomor urut, kata dia, pasangan calon akan mulai mengikuti masa kampanye pada 26 September 2020. (den)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.