Pilbup Pangandaran, Tak ada Kampanye Terbuka

92
0
DEKLARASI. Pasangan calon bupati dan wakil bupati di Pilkada 2020 kompak deklarasi pilkada damai dan aman, Jumat (25/9). DENI NURDIANSAH / RADAR TASIKMALAYA

PANGANDARAN – Pilkada 2020 serentak harus dilaksanakan di tengah pandemi Covid-19. Sehingga banyak aturan baru yang harus dilaksanakan penyelenggara dan pasangan calon, termasuk untuk aturan kampanye yang super ketat.

Ketua KPU Kabupaten Pangandaran Muhtadin mengatakan, dengan terbitnya Peraturan KPU 13 Tahun 2020 salah satunya mengatur soal kampanye bagi pasangan calon untuk menarik dukungan dari masyarakat.

Baca juga : Pilbup Pangandaran; Juara Nomor 1, Aman Nomor 2

Pasangan calon tidak diperbolehkan melakukan kampanye di tempat terbuka, seperti konser musik dan lainnya. Namun, yang dianjurkan lebih kepada kampanye tertutup dengan maksimal 50 orang.

“Jadi sudah jelas tidak ada kampanye terbuka lagi,” ujarnya kepada Radar, Jumat (25/9).

“Tadinya kampanye terbuka dengan batas maksimal 100 orang masih diperbolehkan, namun mulai saat ini total ditiadakan,” ujarnya, menambahkan.

Loading...

KPU Pangandaran lebih menekankan kepada pasangan calon untuk kampanye dalam jejaring (daring), karena dinilai lebih bisa mengurangi potensi munculnya kluster di pilkada. “Ini yang kita siasati agar tidak adanya penularan Covid-19 pada pelaksanaan tahapan pilkada serentak,” ucapnya.

Muhtadin mengatakan, bahwa kedua pasangan calon juga sudah menandatangani fakta integritas untuk menjaga pilkada yang damai dan aman dari Covid-19. “Intinya kita bersama-sama berusaha untuk mewujudkan pilkada yang kondusif,” terangnya.

Kadiv Hukum KPU Provinsi Jabar Reza Alwan Sovnidar mengatakan, Peraturan KPU 13 Tahun 2020 mengakomodir masukan dari masyarakat juga hasil uji publik mengenai pelaksanaan kampanye Pilkada 2020 di tengah pandemi Covid-19.

Baca juga : Diduga Berpihak, Bawaslu Pangandaran Panggil Kades Karangjaladri

“Makanya muncul hal yang tidak biasa atau tidak lazim dalam setiap penyelenggaraan pilkada, seperti pembatasan peserta kampanye, ruang lingkup dan lain-lain,” jelasnya.

Maka dari itu, kata dia, KPU mengimbau kepada para calon untuk menggunakan media atau instrumen lain dalam berkampanye. “Ini dilakukan supaya tidak memancing kerumunan,” katanya. (den)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.