Pilbup Tasik, Ade Cecep Suara Terbanyak

Charta Politica Tak Pernah Survei Pilkada Tasik

130
0
Loading...

TASIK – Hasil rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara tingkat Kabupaten Tasikmalaya sudah selesai dilaksanakan sampai Rabu (16/12) pukul 02.00 dini hari oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Hasilnya pasangan nomor urut 1, Azies Rismaya Mahpud – Haris Sanjaya mendapatkan 211.884 suara atau 22,64 persen, kemudian pasangan nomor urut 2, Ade Sugianto – Cecep Nurul Yakin meraih 315.332 suara atau 32,19 persen. Kemudian, pasangan nomor urut 3, Cep Zamzam Dzulfikar Nur-Padil Karsoma mendapatkan 113.571 suara atau 11,59 persen dan pasangan calon nomor urut 4, Iwan Saputra – Iip Miftahul Faoz meraih 308.259 suara atau 31,47 persen.

Dengan demikian pasangan Ade-Cecep unggul dari ketiga pasangan lainnya dengan 315.332 suara atau unggul 7.073 suara dengan selisih 0,72 persen dari pesaing terdekatnya pasangan nomor urut 4, Iwan-Iip.

Sementara surat suara yang digunakan dalam Pilkada serentak di Kabupaten Tasikmalaya sebanyak 979.685 lembar, dengan rincian 959.086 surat suara sah dan 20.599 tidak sah.

Ketua KPU Kabupaten Tasikmalaya Zamzam Zamaludin SP, mengatakan pelaksanaan pleno tingkat kabupaten terhadap hasil penghitungan suara di 39 kecamatan di Pilkada Tasik sudah selesai dilaksanakan dari Selasa (15/12) hingga Rabu (16/12) pukul 02.00 dini hari.

“Dan hasil akhir di tingkat kabupaten ini menyatakan bahwa pasangan calon nomor urut dua Ade-Cecep unggul dalam Pilkada Tasik,” ungkap Zamzam, kepada wartawan, di Kantor KPU, Rabu (16/12).

Menurut Zamzam, pleno tingkat kabupaten berjalan aman dan lancar sehingga bisa diselesaikan dalam waktu satu hari lebih.

“Pada intinya pelaksanaan pleno tingkat kecamatan dan kabupaten sudah selesai. Tinggal kami menunggu apakah ada gugatan atau sengketa hasil Pilkada di MK (Mahkamah Konstitusi) atau tidak,” terang dia.

Selama lima hari ke depan, terang dia, KPU menunggu adanya sengketa hasil Pilkada Tasik ini. Dan setelah itu akan diadakan rapat pleno penetapan calon terpilih dalam Pilkada serentak 2020.

“Jadi kami menunggu buku registrasi dari MK, ketika tidak ada gugatan sengketa hasil Pilkada, MK nanti mengirimkan registrasi ke KPU, untuk melaksanakan penetapan calon terpilih,” papar dia.

Sementara itu, peneliti dari Charta Politika, Dadang Nurjaman menegaskan jika pihaknya tidak pernah melakukan survei dan quick count di Pilkada Kabupaten Tasikmalaya. “Kita tidak melakukan quick count hasil Pilkada Tasikmalaya 2020,” ujarnya saat menghubungi Radar, Rabu (16/12).

Menurutnya, di Pilkada Serentak 2020 pihaknya hanya melakukan survei dan quick count di 11 wilayah dan tidak termasuk di Kabupaten Tasikmalaya. ”Tidak ada yang bekerja sama dengan kami melakukan survei di Pilkada Tasik,” terangnya.

Saat ditanya terkait selebaran hasil survei dari Charta Politika yang beredar di media sosial? Dadang menjawab dirinya tidak tahu dan tidak bisa mempertanggungjawabkan hasil survei yang klaim dari Charta Politik tersebut.

“Itu bukan dari kami (selebaran atau informasi di media sosial,Red). Kita juga tidak tahu siapa yang menyebarkan,” singkat Dadang.

Sebelumnya diberitakan, Pasangan calon nomor urut 4, Iwan Saputra-Iip Miptahul Paoz mengklaim menjadi pemenang di Pilkada Tasikmalaya 9 Desember lalu.

Klaim tersebut berdasarkan hasil quick qount Charta Politica-LSI pasangan Iwan-Iip meraih hasil 34,7 persen, Ade-Cecep 30,7 persen, Azies-Haris 22,9 persen dan Cep Zamzam-Padil Karsoma 11,8 persen.

Termasuk lembaga survei, West Java Today yang menempatkan Iwan-Iip diposisi pertama dengan 36,3 persen sementara Ade-Cecep 28,9 persen, Azies-Haris 23,8 persen dan Cep Zamzam-Padil Karsoma 11,0 persen.

Ketua Tim Pemenangan WANI, H Ami Fahmi ST menjelaskan klaim kemenangan WANI di Pilkada Tasik, pegangannya terhadap hasil quick count lembaga survei seperti LSI, Charta Politica dan West Java yang semuanya menempatkan Iwan-Iip diposisi teratas.

“Pasangan Iwan-Iip di Charta Politica-LSI unggul 34,7 persen, sedangkan nomor urut dua 30,7 persen dan di lembaga survei West Java, Iwan-Iip 36,3 persen, sementara nomor dua 28,9 persen,” ungkap Ami kepada Radar, Jumat (11/12).

Sehingga, kata Ami, tim dan pasangan calonnya menganggap aneh dan terjadi kejanggalan, ketika delapan kabupaten/kota lainnya yang melaksanakan Pilkada Serentak 2020 dilakukan quick count oleh LSI-Charta Politica hasilnya semua sesuai.

“Tetapi yang beda hasilnya atau pemenangnya dalam quick count LSI-Charta Politica dengan real count KPU yang berbeda hanya di Kabupaten Tasikmalaya. Dengan kemenangan sementara nomor dua. Kalau tujuh kota/kabupaten lain sama hasil LSI dengan KPU-nya,” terang dia.

Artinya, terang dia, ketika hasil survei LSI-Charta Politica ada dari 34 persen turun menjadi 33 persen atau dibawah dua persen dengan hasil real count KPU itu tidak aneh.

”Ini kan turunnya di perhitungan sementara KPU turun sampai 32,10 persen. Jadi margin eror lembaga survei ini di atas dua persen,” paparnya. (dik/kim)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.