Pilbup Tasik, Agustiana: Berkah Pandemi untuk Petahana

142
0
Agustiana

PILKADA 2020 yang digelar secara serentak di beberapa daerah se-Indonesia memang cukup menuai pro kontra. Pasalnya, pelaksanaan pesta demokrasi lima tahunan ini digelar di tengah pandemi Covid-19, virus yang sudah merenggut korban cukup banyak di Indonesia.

Aktivis Agustiana menilai sangat dilematis pelaksanaan pilkada serentak di tengah pandemi Covid-19. Karena pesta demokrasi dalam memilih pemimpin harus dilaksanakan di tengah ketakutan masyarakat akan wabah yang mematikan ini.

“Saya menilai pilkada kali ini adalah demokrasi yang dipaksakan demi mempertaruhkan keselamatan rakyat,” ujarnya kepada Radar, Minggu (20/12).

Kata Agustiana, pelaksanaan Pilkada 2020 di Kabupaten Tasikmalaya sangat mengerikan, apalagi jelang pemilihan berstatus zona merah. Kemudian, penanganan pemerientah daerah terhadap wabah ini pun tidak seperti daerah-daerah lainnya.

“Sehingga ketika pelaksanaan pencoblosan pun tidak ada parameter keamanannya seperti apa,” katanya.

Agustiana pun menilai penanganan yang dilakukan sangat belum maksimal dan menyentuh langsung kepada persoalan yang dihadapi. Bahkan, pemerintah cenderung mengutamakan program yang dinilai tidak langsung dirasakan masyarakat, seperti memberikan insentif kepada RT Siaga.

Baca juga : Pedagang Kojengkang Cising Tasikmalaya Masih Jualan

“Kalau saya menilai RT Siaga ini tidak jelas seperti apa parameter kerja dalam menekan angka Covid-19, apalagi saat ini jumlah kasus positif terus bertambah,” ujarnya.

Kemudian, kata dia, aturan berkampanye di masa pandemi Covid-19 ini pun sangat betolak belakang dengan kultur demokrasi, walaupun hal itu dilakukan untuk mencegah penyebaran virus corona.

“Saya terima dan itu bagian dari pencegahan,” katanya.

Namun, dari sisi lain aturan itu menguntungkan bagi kandidat petahan yang sudah dikenal jauh-jauh hari oleh masyarakat.

Sementara, kandidat lainnya yang baru muncul harus berjuang dari awal dengan segala keterbatasan.

“Inilah salah satu faktor pilkada serentak ini terkesan dipaksakan,” katanya.

Kemudian, lanjut dia, yang menjadi keuntungan lainnya pandemi Covid-19 bagi petahana adalah banyaknya bantuan untuk maysarakat, mulai dari pemerintah pusat, provinsi dan daerah.

“Apalagi di Kabupaten Tasikmalaya ini bantuan-bantuan dicairkan jelang pemilihan atau pencoblosan. Sehingga menurut saya itu menjadi berkah bagi petahana dalam menghadapi pemilihan bupati,” ujarnya.

“Kalau saya menilai jika tidak ada Covid-19 akan ada pemenang baru di Kabupaten Tasikmalaya, karena kondisi seperti ini sangat menguntungkan petahana hampir di beberapa pilkada serentak ini pemenangnya adalah petahana,” katanya, menambahkan. (yfi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.