Pilbup Tasik, Azies-Haris Klaim Elektabilitas Meningkat

519
0
KOMPAK. Pasangan Azies Rismaya Mahpud-Haris Sanjaya saat tampil bersama beberapa waktu lalu. Firgiawan/ Radar Tasikmalaya
KOMPAK. Pasangan Azies Rismaya Mahpud-Haris Sanjaya saat tampil bersama beberapa waktu lalu. Firgiawan/ Radar Tasikmalaya

TASIK – Ratusan umat muslim di Tasikmalaya turun ke jalan menyerukan kecaman pada Presiden Prancis Emmanuel Macron, Rabu (4/11). Seruan juga disertai kampanye boikot produk dari negeri yang terkenal penghasil keju itu.

Lewat waktu dzuhur kemarin, massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Aktivis dan Masyarakat Muslim Tasikmalaya (AL Mumtaz) mulai berdatangan ke kawasan andesit Taman Kota Tasikmalaya. Ada yang berjalan kaki, ada yang menggunakan kendaraan bermotor dan ada pula datang menggunakan sepeda.

Selain atribut organisasi masing-masing, mereka juga membawa selebaran dan spanduk yang berisi kecaman kepada Macron. Beberapa foto presiden Prancis itu juga sengaja di letakkan di aspal jalan dan diinjak.

Pembina Al Mumtaz Tasikmalaya, KH Aminudin Bustomi SAg MAg menjelaskan bahwa Macron sudah mengusik umat Islam. Maka dari itu, kaum muslimin menunjukkan reaksinya dengan turun ke jalan. “Aksi ini merupakan panggilan keimanan,” ungkapnya kepada Radar.

Macron disebut-sebut telah menghina umat Islam serta Nabi Muhammad SAW. Menurutnya, tidak akan ada umat muslim yang tidak tergerak hatinya dengan sikap tersebut. “Pernyataan Macron itu diharamkan oleh agama Islam,” ujarnya.

Salah satu langkah nyata dari umat, kata KH Amin, yakni melakukan boikot terhadap produk-produk Prancis. Karena keuntungan ekonomi negara tersebut digunakan juga untuk hal-hal yang buruk. “Keuntungannya untuk misi lain sehingga memicu perpecahan dunia,” katanya.

Sementara itu, koordinator AL Mumtaz Tasikmalaya, Ustaz Hilmi Afwan menyerukan sudah menjadi kewajiban umat muslim mencintai Islam. Sehingga ketika ada pihak-pihak yang menghinanya, maka akan menjadi musuh bersama. “Kecintaan kami terhadap Islam melebihi kepada anak dan keluarga kita,” teriaknya.

Dia pun mengapresiasi beberapa pe­laku usaha dagang di beberapa daerah yang turut memboikot produk Perancis. Diharapkan aksi boikot tersebut, bisa menyerang perekonomian Prancis. “Kita boikot produk-produk dari Prancis,” tegasnya.

Lewat waktu ashar, massa aksi melakukan longmarch melintasi berbagai pusat perbelanjaan sambil terus berorasi. Selain itu, alunan syahadat, salawat dan takbir terus bergema selama aksi berlangsung.

Tempel Fotonya di Jalan
Sementara itu, warga Jalan Saguling Panjang RT 001 RW 008 Kelurahan Cilamajang Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya meluapkan kemarahan kepada Emmanuel Macron dengan menempel gambar karikatur Presiden Prancis itu di aspal jalan, Rabu (4/11).

Macron menjadi sorotan setelah menyatakan bahwa dia tidak melarang majalah Prancis Charlie Hebdo menerbitkan kartun Nabi Muhammad SAW. Dia juga mengatakan Islam adalah “agama yang sedang mengalami krisis di seluruh dunia.”

Ketua RT 001 Saguling Panjang Kelurahan Cilamajang, Sulaeman menyatakan pernyataan dan sikap Emmanuel Macron telah melukai umat muslim. Maka dari itu, sebagai bentuk kecaman warga memasang foto-foto bertulisan kecaman kepada Macron di jalan.

“Ini tujuannya supaya masyarakat tahu bahwa kita, umat Islam sedang dihina oleh mereka,” ujarnya kepada Radar.

Pria berusia 38 tahun itu mengungkapkan bahwa warga akan memboikot produk-produk dari Prancis. Umat muslim juga merasa sakit hati dengan pernyataan Macron yang mengesankan umat Islam itu identik dengan terorisme. “Itu sungguh sangat menyakitkan untuk umat Islam semua di dunia karena sudah menyudutkan agama kita, Islam sebagai teroris. Padahal yang teroris itu mereka,” katanya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo juga mengecam pernyataan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, yang telah melukai perasaan umat Islam di seluruh dunia. Pernyataan tersebut disampaikan presiden selepas melakukan pertemuan dengan Wakil Presiden Ma’ruf Amin, para perwakilan antarumat beragama di Indonesia, juga para menteri terkait untuk membahas perkembangan dunia terkait dengan persaudaraan antar-umat beragama.

“Pertama, Indonesia mengecam keras terjadinya kekerasan yang terjadi di Paris dan Nice yang telah memakan korban jiwa. Kedua, Indonesia juga mengecam keras pernyataan Presiden Prancis yang menghina agama Islam yang telah melukai perasaan umat Islam di seluruh dunia yang bisa memecah belah persatuan antar-umat beragama di dunia di saat dunia memerlukan persatuan untuk menghadapi pandemi Covid-19,” ujarnya di Istana Merdeka akhir pekan kemarin.

Dalam keterangan itu, kepala negara menegaskan bahwa kebebasan berekspresi yang dapat mencederai kehormatan, kesucian, serta kesakralan nilai-nilai dan simbol agama sama sekali tidak dapat dibenarkan dan harus segera dihentikan.

“Mengaitkan agama dengan tindakan terorisme adalah sebuah kesalahan besar. Terorisme adalah terorisme, teroris adalah teroris. Terorisme tidak ada hubungannya dengan agama apa pun,” kata presiden menegaskan. (rga/snd/dal/fin)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.