Pilbup Tasik, Azies Tampung Aspirasi Warga di Jalan Cisinga

142
0
BLUSUKAN. Calon Bupati Tasikmalaya H Azies Rismaya Mahpud singgah di salah satu warung Jalan Ciawi-Singaparna Kecamatan Cisayong, Selasa siang (27/10).
BLUSUKAN. Calon Bupati Tasikmalaya H Azies Rismaya Mahpud singgah di salah satu warung Jalan Ciawi-Singaparna Kecamatan Cisayong, Selasa siang (27/10).

TASIK – Meski memiliki latar belakang pengusaha sukses, Calon bupati H Azies Rismaya Mahpud tidak sungkan menyapa masyarakat kecil untuk mendengarkan aspirasi, terutama di masa pandemi Covid-19 ini.

Selasa siang (27/10) di sela perjalanan, Azies menyempatkan singgah di salah satu warung kecil di Jalan Ciawi-Singaparna Kecamatan Cisayong Kabupaten Tasikmalaya. Ia menikmati jajanan rakyat dan teh hangat yang disajikan ibu pemilik warung. Sambil mendengar kesulitan yang dihadapi pegiat ekonomi kecil secara langsung.

“Pak Azies mendengar curhatan ibu-ibu pemilik warung, tadi di sela perjalanan di Jalan Cisinga. Katanya, pandemi sangat dirasakan dampaknya. Kemudian mereka mengeluhkan adanya distribusi bantuan yang kurang merata terhadap yang membutuhkan,” ujar Juru Bicara Azies, Ustaz Iri Syamsuri kepada Radar, kemarin.

Azies tanpa sungkan dengan mengenakan batik berwarna cokelat, duduk berbaur dengan pemilik warung dan para pembeli di jalan tersebut. Menunjukan kesederhanaan dalam meraih aspirasi rakyat kecil dengan duduk setara dan bersantai.

“Memang pendekatan seperti ini dibutuhkan seorang pemimpin. Agar warganya tidak sungkan dalam menyampaikan keluhan, keinginan dan harapan tentang kelangsungan daerah atau kendala yang dihadapi,” tuturnya.

Dia menceritakan, secara umum keluh kesah ibu-ibu tersebut sejalan dengan keinginan Azies apabila ditakdirkan memimpin Kabupaten Tasikmalaya periode mendatang. Di mana masyarakat harus menerima segala program pembangunan secara merata. Terutama tidak berperilaku korupsi.

“Jadi sejalan dengan keinginan Pak Azies, apa yang diharapkan ibu warung tadi. Pak Azies ingin memastikan hak masyarakat itu diterima sesuai dan tepat,” katanya, menceritakan.

Selain itu, lanjut Iri, Azies pun memiliki keinginan untuk menggulirkan perekonomian di kabupaten. Semua masyarakat, haruslah mencintai produk asli supaya ekonomi masyarakat bergerak dari segala lini.

“Pak Azies ingin ekonomi itu ti urang, ku urang keur urang. Para pemilik warung mengeluh sedang sepi pembeli. Oleh karena itu, perlunya pemberdayaan ekonomi, warga membeli produk tetangganya, sehingga bergerak dari level terbawah,” harap Ustaz Iri. (igi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.