Pilbup Tasik, Calon Perorangan Pastikan Lawan Petahana, Kandidat Lain Masih Begini..

896
0

TASIK – Kurang dari satu bulan, pendaftaran pasangan calon di Pilkada Tasikmalaya 9 Desember segera dibuka. Tepatnya pada tanggal 4-6 September 2020.

Namun, dari sekian kandidat yang digadang-gadang maju di Pilkada Tasik.

Baca juga : Puluhan Warga Karsamenak Kawalu Tasik Diduga Keracunan Nasi Kotak

Baru pasangan calon (paslon) dari independen yang dipastikan akan menjadi penantang petahana Ade Sugianto-Cecep Nurul Yakin.

Sebab paslon pengumpul Kartu Tanda Penduduk (KTP) itu, telah resmi dinyatakan lolos verifikasi faktual (verfal).

Dengan berhasil mengumpulkan sebanyak 100.744 KTP warga dan telah memenuhi syarat mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tasikmalaya.

Lalu bagaimana dengan penantang lainnya dari jalur partai politik seperti H Azies Rismaya Mahpud, Iwan Saputra, Ahmad Tazzaka Bonanza (AKA) serta KH Asep Maoshul Affandy?

Hingga kini, ke empat kandidat yang menyatakan maju sebagai bakal calon Bupati Tasikmalaya itu masih menunggu “surat sakti” dari DPP masing-masing parpol yang diincar menjadi perahu politik di Pilkada Tasikmalaya.

Hal ini pun, mengakibatkan dinamisasi perubahan SK rekomendasi parpol semakin kentara. Alias tidak bisa ditebak, siapa akan diusung mana. Semuanya masih abu-abu.

Hanya paslon Ade Sugianto- Cecep Nurul Yakin yang secara meyakinkan telah resmi mengantongi “surat sakti” dari DPP masing-masing parpol yakni PDI-Perjuangan dan PPP.

Sebelumnya, para penantang petahana seperti H Azies Rismaya Mahpud mengklaim akan diusung koalisi besar dengan parpol Gerindra, Golkar, PKB, PAN dan Demokrat.

Tetapi dari semua target dukungan parpol itu, hingga kini belum ada satu pun yang secara resmi mengeluarkan SK rekomendasi pencalonan, dan hanya sebatas pernyataan lisan dari beberapa pimpinan parpol

Hal serupa terjadi terhadap Iwan Saputra, mantan birokrat tersebut mengklaim akan diusung tiga parpol yakni PKS, PKB dan Golkar.

Tetapi baru PKS yang secara resmi menyatakan dukungan lewat deklarasi di Ponpes Miftahul Khoer, Manonjaya beberapa waktu lalu. Namun SK rekomendasi pencalonannya pun belum diterima ketua GM FKPPI tersebut.

Sementara, Ahmad Tazzaka Bonanza (AKA) mengklaim akan diusung tiga parpol seperti Gerindra, PAN dan Demokrat.

AKA yang didorong oleh Pondok Pesantren Idrisiyah itu, kini terus bergerilya meyakinkan parpol agar tiket bakal calon bisa dikantonginya.

Sedangkan, KH Asep Maoshul Affandy yang didorong keluarga besar Pondok Pesantren Miftahul Huda, Manonjaya, sejauh ini baru mendapatkan surat tugas dari DPP PAN.

KH Asep pun kini tengah berupaya mencari tambahan perahu politik dengan membuka ruang komunikasi politik bersama PKB, PKS dan Demokrat.

Pengamat Politik Tasikmalaya, Asep M Tamam mengatakan segenap upaya meraih SK DPP sudah dilakukan bakal calon.

Tetapi SK DPP itu seperti makhluk gaib bagi para politisi “pemburu” rekomendasi pencalonan

“SK DPP biasanya turun pada saat injury time­ (satu minggu sebelum pendaftaran ke KPU, Red) setelah kalkulasi matang dengan dasar perkembangan konstalasi yang berkembang,” ujarnya kepada Radar, Minggu (26/7).

Telatnya SK DPP turun kepada bakal calon, sambung Asep, akibat tak ada standar baku keluarnya SK. Karena tidak komprehensif mengetahui kondisi di daerah, justru yang paling tahu konstalasi sesungguhnya adalah DPC.

“Sebenarnya yang mengejar SK DPP (bakal calon, Red) sudah mengetahui kemungkinan-kemungkinan, yang di antaranya adalah kesiapan masalah ‘kontribusi’,” paparnya.

Apalagi, kata Asep, kriteria DPP mengeluarkan SK lebih didasari kemungkinan kemenangan pihak yang diberikan SK.

Setelah menerima masukan-masukan tentang bakal calon, juga oleh kedekatan psikologis bakal calon.

“Biasanya setelah SK diberikan, tentu DPP juga memberi kontribusi tentang strategi pemenangan. Pilkada menjadi semacam “pertempuran” untuk memenangkan marwah partai,” tuturn penulis buku Politik Tak Seserius Itu.

Baca juga : Masih Remaja, Ini Pakaian Wanita Misterius yang Ngambang di Kolam di Indihiang Kota Tasik

Dia pun berharap menjelang Pilkada Tasikmalaya, adu strategi bakal calon bisa dilakukan dengan fair. Dengan menghindari pelanggaran yang berisiko.

“Padahal SK DPP itu lebih baik turun jauh-jauh hari, Sehingga paslon lebih leluasa bergerak, memperkuat chemistry dan leluasa melakukan sosialisasi dengan terkonsep (berangkat bersama atau berbagi tempat kunjungan, Red),” ungkapnya. (kim)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.