Pilbup Tasik, Gugatan WANI Diterima MK

912
0
Dr H Iwan Saputra SE MSi Calon Bupati Tasikmalaya
Loading...

SINGAPARNA – Gugatan hasil Pilkada Kabupaten Tasikmalaya yang diajukan Pasangan Calon Iwan-Iip (WANI) sudah resmi masuk dan diterima Mahkamah Konstitusi (MK) dengan Nomor Akta Pengajuan Permohonan Pemohon Nomor 52/PAN.MK/AP3/12/2020 pada Jumat (18/12) pukul 20.57 malam.

Calon Bupati Tasikmalaya Dr H Iwan Saputra SE MSi mengaku bersyukur gugatan yang dilayangkan atas hasil Pilkada Kabupaten Tasikmalaya sudah masuk dan diterima oleh MK.

“Alhamdulillah (sudah masuk ke MK, Red),” ujarnya kepada Radar, tadi malam.

Dalam akta tersebut, WANI menunjuk kuasa hukum atas nama Kelana Surya Alam SH. Pokok permohonan yang digugatkan adalah perselisihan hasil Pemilihan Bupati Tasikmalaya Tahun 2020.

Ketua Tim Pemenangan WANI, H Ami Fahmi ST menegaskan bahwa berkas dan barang bukti termasuk persyaratan gugatan yang dilayangkan pasangan Iwan-Iip sudah diserahkan ke MK, Jumat (18/12) ini.

Loading...

Baca juga : Makin Lama, Kualitas Batik Sukapura Tasik Tetap Bagus, Manual Sebulan 4 Kain

“Untuk poin-poin gugatannya kita tidak bisa publikasikan, nanti saja menunggu tahapan yang berjalan di MK beracara dalam persidangan. Pada intinya kita menempuhnya sesuai prosedur, gugatan terhadap proses dan hasil pilkada yang banyak kejanggalan,” kata dia.

Ami meyakini bahwa gugatan yang dilayangkan ke MK, yang diwakili oleh perwakilan Tim Iwan-Iip akan diterima karena berkas, barang bukti dan persyaratannya sudah lengkap.

“Kita tempuh jalur konstitusi hukum, dalam upaya membuka kejanggalan yang terjadi pada pelaksanaan tahapan Pilkada Tasik. Baik pelanggaran yang dilakukan calon maupun pada saat pemungutan dan penghitungan suara,” tambah dia.

Komisioner KPU Kabupaten Tasikmalaya Divisi Teknis dan Penyelenggaraan Jajang Jamaludin SAg mengatakan, sejak KPU menetapkan hasil penghitungan suara tingkat kabupaten pada Rabu (16/12), hingga Jumat (18/12) ini informasinya pasangan Iwan-Iip melayangkan gugatan ke MK.

“Iya gugatan sengketa hasil pilkada ke PTUN dan MK. Sampai Senin (21/12), KPU menunggu informasi lanjutan dari MK. Apakah gugatan dan persyaratan yang dilayangkan oleh pemohon memenuhi syarat atau tidak,” terang Jajang kepada Radar, kemarin.

Menurut dia, ketika persyaratan gugatannya tidak lengkap maka tidak akan diregistrasi oleh MK. Setelah itu, MK mengeluarkan buku registrasi perkara konstitusi (BRPK) yang nanti akan diinformasikan ke KPU untuk kemudian menetapkan pasangan calon pemenang.

Namun, ungkap dia, ketika gugatan diterima oleh MK, maka KPU siap untuk menyiapkan barang bukti dan berperkara di MK melaksanakan persidangan bersama pihak penggugat atas sengketa hasil pilkada.

“Intinya kita menunggu kepastian Senin (21/12) nanti dari MK, apakah MK akan mengeluarkan BRPK untuk menetapkan pasangan calon pemenang atau menerima gugatan sengketa hasil Pilkada Tasik,” jelas dia.

Dia menambahkan, paling lama dalam proses gugatan sengketa hasil pilkada bisa dilaksanakan selama 14 hari, maksimal sampai satu bulan. “Intinya KPU memberikan waktu dan kesempatan kepada para pihak yang melakukan gugatan atas hasil pilkada untuk memproses secara konstitusional melalui jalur hukum,” tambah dia. (dik)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.