Pilbup Tasik, Relawan WANI Galang Dana untuk Melangkah ke MK

81
0

SINGAPARNA – Relawan dan simpatisan pendukung pasangan calon nomor urut empat Iwan Saputra-Iip Miptahul Paoz (WANI) akan melakukan penggalangan dana untuk menunjang proses gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) dari sisi finansial.

Kabar penggalangan dana tersebut sudah tersiar dalam pembicaraan di grup relawan dan simpatisan Iwan-Iip. Walaupun ada pro kontra namun usulan tersebut tengah dipertimbangkan karena ada dampak positif untuk bersama saling membantu.

Koordinator Relawan dan Simpatisan Gabungan Iwan-Iip, Irman Meilandi mengatakan, rencana penggalangan dana ini sebetulnya bukan inisiatif relawan Iwan-Iip secara kelembagaan, akan tetapi murni usulan simpatisan-relawan Iwan-Iip yang sudah tersiar kabarnya di dalam satu grup relawan.

Baca juga : 2 Motor Senggolan, 1 Tewas 1 Terkapar di Depan SPBU Martadinata Kota Tasik

“Sebenarnya saya sebagai koordinator relawan-simpatisan Iwan-Iip secara kelembagaan, sudah diminta meng-endors pandangan terkait penggalangan dana ini. Jadi murni usulan simpatisan yang ingin mengorganisir penggalangan dana tersebut,” ungkap Irman kepada Radar, Senin (21/12).

Menurut dia, ada beberapa yang memang pro dan kontra, namun dirinya membiarkan rencana penggalangan dana tersebut karena memang itu keluar dari inisiatif murni simpatisan dan relawan Iwan-Iip di bawah.

“Sampai sekarang saya belum tahu apakah rencana penggalangan dana sudah terorganisir baik atau tidak,” katanya.

“Jadi tidak perlu dipermasalahkan. Karena simpatisan mau melakukan penggalangan dana ya silahkan. Walaupun mekanismenya kami belum tahu. Jadi tidak sampai penggalangan dana ini dihalang-halangi,” ujar dia.

Dia sangat memahami rencana penggalangan dana ini, bahkan sebelum pilkada dan pencoblosan pun sudah ada, inisiatif. Namun tidak dilanjutkan. Karena belum terbiasa di Kabupaten Tasikmalaya adanya penggalangan dana secara terbuka.

“Belum terbiasa, penggalangan dana ini masih dianggap meminta sumbangan, walaupun tidak sedikit juga orang yang setuju. Namun di negara Indonesia yang demokrasinya berjalan baik sebetulnya menjadi sesuatu yang lumrah, seperti di Amerika sudah berjalan, yang demokrasinya berjalan baik,” papar dia.

Pada intinya, tambah dia, pandangan saat ini terhadap pasangan calon bukan dimintai akan tetapi didukung. Paslon ini sebagai sumber gagasan, strategi dan pendanaan. Mestinya daerah demokratis harusnya kolektif semakin banyak yang berkontribusi dalam pendanaan maka akan bersama-sama berjuang.

“Di Tasikmalaya belum terbiasa. Kalau sumbangan itu memalukan. Sebenarnya kita berbagi peran dan beban terhadap hal-hal yang berurusan dengan anggaran politik termasuk untuk gugatan ke MK. Saya tidak menghalanginya,” tambah dia. (dik)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.