Pilbup Tasik, SK PPP Segera Turun, Survey Hade-Yakin Diklaim Paling Tinggi

1284
0
ISTIMEWA KOMPAK. Pasangan calon Hade-Yakin kompak foto bersama di DPW PPP Jawa Barat usai penyampaian SK DPP PPP untuk Pilkada 2020, Selasa (30/6).

TASIK – Kebersamaan PDIP dan PPP di Pilkada Kabupaten Tasikmalaya semakin kuat untuk kembali terjalin.

Hal itu setelah Surat Keputusan (SK) DPP PPP untuk bakal calon bupati/wakil bupati di Pilkada 2020 dikeluarkan kepada Ade Sugianto dan Cecep Nurul Yakin (Hade-Yakin).

Baca juga : Forum Mujahid Kota Tasik Polisikan Denny Siregar, Gegara Ini..

Pemberitahuan turunnya SK pasangan calon dilakukan di Kantor DPW PPP Provinsi Jawa Barat yang dihadiri pengurus DPD PDI-Perjuangan Jabar, DPC PPP dan DPC PDI-Perjuangan Kabupaten Tasikmalaya beserta bakal calon Hade-Yakin, Selasa (30/6).

Secara resmi, SK DPP PPP akan diserahkan langsung kepada kedua bakal calon Hade-Yakin Jumat (3/7).

Keduanya akan diundang langsung oleh pimpinan dan pengurus DPP PPP untuk secara langsung mengambil SK.

Ketua Desk Pilkada DPC PPP Kabupaten Tasikmalaya Apip Ipan Permadi mengatakan, Selasa (30/6) malam pihaknya diundang ke DPW PPP Jabar dalam silaturahmi politik dan penyampaian hasil survei Hade-Yakin di Pilkada 2020.

Menurut Apip, dalam pertemuan tersebut juga diundang DPC PDI-Perjuangan dan DPD PDI-Perjuangan Jabar.

“Inti dalam acara tersebut adalah penyampaian dari DPW PPP bahwa SK DPP PPP sudah diturunkan kepada H Ade Sugianto dan Cecep Nurul Yakin (Hade-Yakin),” ujarnya kepada Radar, Rabu (1/7)

“Bahkan SK-nya sudah ditandatangani ketum dan sekjen DPP PPP yang disampaikan langsung oleh jajaran pengurus DPW PPP. Langsung oleh Ketua DPW PPP Ade Munawaroh, Sekwil H Pepep dan Ketua Desk Pilkada DPW PPP Jabar Komarudin Taher,” ujarnya, menambahkan.

Walaupun SK tersebut sudah pasti keluar ke Hade-Yakin, kata dia, tapi belum diserahkan secara langsung kepada pasangan calon.

Karena nanti penyerahannya langsung oleh DPP PPP kepada dua bakal calon.

Rencananya Jumat (3/7), keduanya akan diundang ke Jakarta untuk menerima SK secara langsung.

Kata Apip, dalam pertemuan Selasa (30/6) malam di Kantor DPW PPP Jabar juga hadir pengurus PPP Pangandaran dan PDIP Pangandaran.

Karena di Pangandaran juga PPP juga mendorong H Jeje dari PDI-Perjuangan di Pilkada serentak 2020.

Dia menambahkan, dalam silaturahmi dan penyampaian SK calon, disampaikan juga paparan hasil survei bakal calon Hade-Yakin.

Dengan hasilnya cukup meyakinkan bahwa pasangan Ade Sugianto dengan Cecep Nurul Yakin sangat bagus dan tepat.

“Artinya kita semakin yakin, dari hasil surveinya Hade dan kita semakin Yakin untuk melangkah maju di Pilkada Kabupaten Tasikmalaya,” papar dia.

Apip juga menyampaikan, walaupun PPP dengan PDI-Perjuangan secara raihan suara sudah mencukupi untuk modal maju di pilkada, tidak menutup diri untuk partai lain.

Bahkan diakuinya dengan PAN pun sudah dibangun kebersamaan.

“Kita juga menjajaki dengan partai lain, selain dengan PAN dan PDI-Perjuangan, walaupun belum dikuatkan dengan SK, tetap menghormati mekanisme dan tahapan penjaringan masing-masing partai,” kata dia.

PPP pun, kata dia, tidak menutup kemungkinan bisa berkoalisi dengan PKB, PKS, partai non parlemen termasuk dengan Demokrat dan Golkar.

“Targetnya menang. Lebih banyak yang akan bergabung, kekuatan akan lebih meyakinkan. Mudah-mudahan sebelum masuk pemilihan sudah meyakini untuk menang,” ungkap dia.

Pada prinsipnya, tambah dia, dengan partai mana pun dilakukan komunikasi sepanjang searah apa yang menjadi kebaikan untuk masyarakat Kabupaten Tasikmalaya.

Sekretaris DPC PDI-Perjuangan Kabupaten Tasikmalaya Aef Syarifudin membenarkan ada pertemuan antara DPD PDI-Perjuangan dengan DPW PPP Jabar di Bandung.

“Kemarin Selasa (30/6) memang benar ada agenda pertemuan yang dilaksanakan oleh badan pemenangan pemilu DPD PDI-Perjuangan Jabar. Kami dari DPC PDI-Perjuangan menghadiri undangan dan silaturahmi di DPW PPP Jabar di Bandung,” katanya.

Menurut dia, dua bakal calon bupati/wakil bupati Ade Sugianto dan Cecep Nurul Yakin ikut hadir dalam pertemuan tersebut.

Kaitan soal SK nanti akan diserahkan kepada Hade-Yakin langsung oleh DPP PPP di Jakarta.

Adapun dari DPP PDI-Perjuangan sendiri, ungkap Aef, memang baru surat penugasan saja belum berupa SK, tapi substansinya sama.

“Karena ada mekanisme dan waktu tertentu yang harus ditempuh di DPP PDI-Perjuangan. Tunggu waktu saja, insyaallah tidak akan berubah,” tegas dia.

Pada prinsipnya, kata dia, fokus saat ini yakni melakukan komunikasi bahkan ke arah koalisi dengan tiga partai PDI-Perjuangan, PPP dan PAN.

“Bahkan dengan PAN itu, koalisi kami dibentuk sejak September 2019, kemudian berkembang pada akhirnya Ade Sugianto berpasangan dengan Cecep Nurul Yakin. Mudah-mudahan tidak ada perubahan lagi, menggenapi persyaratan di Pilkada 2020,” ujar dia.

Baca juga : 460 Siswa Lolos Jalur Prestasi SMKN 2 Kota Tasik

Dia menambahkan, PDI-Perjuangan menghormati mekanisme yang berjalan di masing-masing partai baik di PPP maupun PAN.

Baik itu penjaringan calon atau lainnya. “Kita lihat saja dinamika ke depan, bahwa kami terus melakukan komunikasi dengan semua parpol. Semua mungkin terjadi, karena tidak ada yang tidak mungkin di politik ini,” tambah dia. (dik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.