Pilbup Tasikmalaya 2020, Cep Zamzam-KH Atam Dinilai Layak Cabup-Cawabup Independen

86
MINTA DUKUNGAN. Calon bupati Cep Zamzam (ketiga dari kanan) dengan Tatang Farhanul Hakim (keempat kanan) serta tim nya bersilaturahmi kepada KH Acep Tohir (Kedua dari kanan) dan KH Atam (ketiga dari kiri) di Ponpes Sukamanah.

SINGAPARNA – Cep Zamzam Dzulfikar Nur bersilaturahmi dan meminta doa, dukungan serta dorongan dari Pimpinan dan Pengurus Pondok Pesantren KH Zaenal Mustafa Sukamanah, Sukarame dalam rangka memuluskan niatnya maju menjadi calon Bupati Tasikmalaya, Rabu (31/7).

Dalam silaturahmi tersebut, Zamzam ditemani Bupati Tasikmalaya periode 2001-2006 dan 2006-2011, DR H Tatang Farhanul Hakim MPd, adiknya beserta timnya.

Rombongan langsung menemui pimpinan Ponpes Sukamanah KH Acep Tohir Fuad dan KH Atam Rustam MPd, di kediamannya.

Dalam kesempatan itu, Tatang Farhanul Hakim mengaku sengaja mendampingi Cep Zamzam untuk bersilaturahmi dan menemui pimpinan serta pengurus Ponpes Sukamanah yakni KH Acep Tohir dan KH Atam Rustam.

“Pertama kita silaturahmi, minta doa dan dorongan serta dukungan, kedua memperkenalkan calon independent (Cep Zamzam, Red) dan ketiga mengajak KH Atam untuk mendampingi Cep Zamzam menjadi wakilnya, supaya lebih matang, didampingi tokoh ulama yang tahu kondisi masyarakat Kabupaten Tasik,” kata Tatang, kepada Radar, kemarin.

Namun setelah dijajaki, kata Tatang, ketua PCNU Kabupaten Tasikmalaya atau KH Atam belum berpikir jauh untuk mencalonkan diri menjadi bupati atau wakil bupati. Dengan pertimbangan masih sebagai seorang PNS dan masih lama pensiun sebagai kepala MAN.

“Jadi masih timbang-timbang, meminta waktu lebih matang, padahal saya meyakinkan kalau dengan beliau (KH Atam, Red), Insya Allah optimis menang walaupun tidak lewat partai politik,” ungkap Tatang.

Cep Zamzam, yang membawa tage line Tasik Baru Berbasis Pesantren, tambah Tatang, ingin memantapkan visinya tersebut dengan lebih mendekatkan diri dengan pesantren dan tokoh ulama untuk memantapkan niatan nya menjadi calon bupati.

“Apalagi Zamzam ini putra dari almarhum Pimpinan Pesantren Nurul Wafa, lahir dilingkungan keluarga santri dan pesantren. Termasuk, masih famili atau saudara ada kekerbatan keluarga sesepuh Nurul Wafa dengan pimpinan dan pengurus Sukamanah,” kata Tatang.

Pengurus dan Pengelola Pondok Pesantren Nurul Wafa Gununghideung Sukarame, yang juga kandidat calon bupati, Cep Zamzam Dzulfikar Nur mengaku kedatangannya ke Ponpes Sukamanah selain bersilaturahmi dengan KH Acep Tohir dan KH Atam, juga untuk lebih mempererat rasa kekeluargaan antara keluarga besar Nurul Wafa dengan keluarga besar Ponpes Sukamanah.

“Karena masih ada kekerabatan dan ikatan kekeluargaan dengan Sukamanah. Kami meminta doa, dorongan dan dukungan terkait dorongan-dorongan dari berbagai pihak kepada kami untuk maju mencalonkan diri menjadi bupati,” ungkapnya.

Dalam silaturahmai dan pembicaraan dengan KH Atam dan KH Acep Tohir, kata dia, Tatang mewakili dirinya menyampaikan keinginannya kepada KH Atam Rustam untuk bisa mendampingi dalam pilkada 2020.

”Cuma beliau (KH Atam, Red) masih berpikir dan mempertimbangkan. Alhamdulillah, respon baik dari KH Acep Tohir dan KH Atam, untuk niatan kami tetap kuatkan niat dan tekad yang bulat dan istiqomah maju,” ujarnya.

Dorongan tersebut, tidak semata-mata hanya dukungan, Zamzam mengakui, para pimpinan Sukamanah juga menginginkan ada kalangan dari pesantren yang maju dalam pilkada nanti.

”Artinya kami tidak bisa berjalan sendiri, tetap perlu bimbingan dan segala sesuatunya tidak terlepas dari arahan dari para ulama seperti KH Acep Tohir, Atam Rustam dan KH Ii Abdul Basyit,” ungkapnya.

Ketua PCNU Kabupaten Tasikmalaya sekaligus pengurus Pondok Pesantren Sukamanah KH Zaenal Mutafa KH Atam Rustam MPd mengaku kedatangan Tatang Farhanul Hakim bersama Cep Zamzam Nur ke Ponpes Sukamanah dalam rangka silaturahmi.

“Mereka mohon doa restu, dukungan dan dorongan. Kedua meminta saya bisa mendampingi, perihal niatan maju nya Cep Zamzam Nur yang mau mencalonkan dari independen. Minta arahan dan bimbingan. Tetapi semua yang datang baik Iwan Saputra, Ade Sugianto dan Ibu Lina Marlina, jawabannya belum ada kecenderungan maju menjadi bupati atau wakil bupati. Saya bertima kasih atas kepercayaannya namun masih dipikirkan, apakah maju atau tidak kan masih lama, tetapi secara pribadi belum ada kecenderungan untuk mencaloankan baik ZI atau Z2 dan dengan siapa pun,” tegas Atam. (dik)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.