Pilkada Pangandaran, PDIP Bentuk Jeje-Ujang, Adang tak Merasa Dikhianati

257
0
Adang Hadari
Adang Hadari

PANGANDARAN – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar Kabupaten Pangandaran menyatakan sangat menghargai keputusan PDIP yang lebih memilih Ujang Endin ketimbang Adang Hadari sebagai bakal calon wakil bupati mendapming H Jeje Wiradinata di Pilkada 2020.

Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Pangandaran Taofik Martin mengatakan pihaknya telah berupaya untuk mengusung Jeje Wiradinata-Adang Hadari (Jihad Jilid II) pada Pilkada 2020.

“Semua sudah di tempuh tapi keputusan partai berbicara lain,” ujarnya kepada Radar, Minggu (8/3).

Baca Juga : PDIP Resmi Usulkan Pasangan Jeje-Ujang Endin

Menurutnya, mekanisme partai sudah ditempuh, akan tetapi usulan yang diberikan malah tidak diterima oleh PDIP. “Kami masih menunggu arahan dan instruksi dari pusat dan Jabar,” katanya.

Ia pun mengimbau kepada masyarakat untuk tidak memperuncing perpecahan itu.

“Untuk loyalis dan konstituen harus tetap tenang,” ungkapnya.

Sementara itu, Adang Hadari mengatakan keputusan itu harus dihargai, karena dalam dunia politik jangan ada yang merasa dikhianati.

“Jangan ada istilah merasa dikhianati atau merasa terzalimi, karena itulah dunia politik,” tegasnya.

Iapun masih menunggu keputusan partai mengenai bagaimana ke depannya.

“Saya ini ditugaskan partai, bagaimanapun saya tunggu arahan partai,” ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, konstelasi politik di Kabupaten Pangandaran berubah drastis. DPD PDIP Jawa Barat resmi mengusulkan pasangan H Jeje Wiradinata dan Ujang Endin Indrawan pada Pilkada Pangandaran 2020. Padahal sebelumnya Jeje digadang-gadang maju lagi bersama H Adang Hadari dengan nama koalisi Jihad Jilid II.

Baca Juga : PDIP Pangandaran Buka Paket Murni, Jihad Jilid 2 Bisa Gagal

Undang Sudrajat, juru bicara Jeje-Ujang Endin, mengatakan keputusan tersebut merupakan hasil dari rapat pleno penetapan pasangan calon bupati dan wakil bupati di sekretariat DPD PDIP Provinsi Jawa Barat.

“Rapat tersebut dipimpin langsung ketua PDIP Jabar Ono Surono,” ungkapnya dalam pesan singkat WhatsApp Jumat (6/3).

Lanjut dia, Ono juga memutuskan bahwa PDIP tetap mengajak partai lain untuk bergabung membentuk sebuah koalisi dan mengusung pasangan tersebut.

“Semuanya diajak bergabung,” terangnya.

Selama ini Jeje tidak pernah mengusulkan nama lain ke DPD PDIP, selain H Adang Hadari.

“Awalnya memang Pak Adang yang diusulkan, tapi partai meminta tambahan nama,” ujarnya.

Akhirnya Ujang Endin-lah yang dipilih dalam rapat paripurna internal DPD PDIP untuk mendampingi Jeje dalam Pilkada 2020. Usulan tersebut, lanjut dia, langsung dibawa ke DPP PDIP untuk selanjutnya dituangkan dalam sebuah rekomendasi. (den)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.