Pilkada Tasik Ditunda, Peta Politik Pasti Berubah

266
0

SINGAPARNA – Penundaan pilkada serentak oleh pemerintah pusat karena pandemi corona dinilai berdampak kepada perubahan peta politik di Kabupaten Tasikmalaya, apalagi jika pelaksanaannya ditunda sampai 2021.

Sebagaimana diketahui, peta politik Pilkada 2020 terus dinamis sebelum ada keputusan penundaan. Petahana Ade Sugianto sudah dapat rekomendasi dari DPP PDI Perjuangan untuk berpasangan dengan Cecep Nurul Yakin dari PPP. Kemudian pasangan independen Cep Zamzam-Padil sudah menyerahkan syarat dukungan ke KPU. Termasuk partai-partai sudah membuka penjaringan dan melakukan survei kepada kandidat.

Baca juga : Dampak Wabah Corona, 1.569 Pekerja Kota Tasik kena PHK

Pengamat politik yang juga mantan Ketua KPU Kabupaten Tasikmalaya Deden Nurul Hidayat mengatakan, penundaan tahapan pilkada ini merupakan kebijakan pemerintah pusat dengan upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

“Setelah kebijakan itu, KPU RI langsung mengeluarkan tiga opsi waktu pelaksanaan pilkada, pertama Desember 2020, Maret 2021 dan September 2021. Ketiga waktu itu akan cukup berdampak terhadap peta politik yang sudah terbangun saat ini,” ujarnya saat dihubungi Radar, Minggu (5/4).

Kata dia, perubahan peta politik signifikan akan dirasakan ketika pemerintah pusat memilih pelaksanaan pilkada pada September 2021. Karena semua calon akan sama dan tidak ada lagi istilah petahana, mengingat Ade Sugianto habis masa jabatannya Maret 2021.

Loading...

“Jadinya semua calon yang awalnya PNS harus mundur, DPRD harus mundur dan bupati pun sudah habis masa jabatan, jadi semuanya sama rata,” katanya.

Kemudian, kata dia, ketika penundaan dilakukan sampai satu tahun, lobi-lobi harus dilakukan lagi, karena pasti akan ada perubahan. Misalnya harus survei lagi untuk menentukan calon. Walaupun sampai saat ini belum ada kepastian atau pasangan calon yang sudah mendapatkan SK untuk Pilkada 2020.

“Perubahan peta yang cukup besar ketika dilaksanakan September 2021, berbeda dengan ditunda ke Desember 2020 tidak ada perubahan signifikan, hanya penundaan waktu tahapan pelaksanaan saja,” ujarnya, menjelaskan.

Baca juga : Warga Kota Tasik Diminta tak Takut & Panik pada Jenazah Covid-19

Terpisah, pengamat politik, sosial dan pemerintahan Tasikmalaya Asep M Tamam mengatakan, tidak ada pandemi corona pun peta politik selalu berubah. Karena setiap pesta demokrasi, kepastian selalu di akhir waktu. “Saya kira tanpa corona pun politik dinamis dan pasti berubah,” ujarnya.

Kata dia, perubahan peta politik ini sudah menjadi ciri khas dinamika politik. Sehingga bukan menjadi alasan besar kalau corona mengubah peta politik. “Yang sekarang wacana pasangan calon belum tentu terjadi, karena belum ada yang mendapatkan SK DPP, jadi artinya masih dinamis,” ujarnya, menjelaskan. (yfi)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.