Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

3.1%

19.4%

7.3%

70.2%

Pilkades Ciamis Diundur, Warga Kecewa & Bakar Surat Undangan

1833
2
Bakar Surat Undangan Pencoblosan Pilkades
Warga Dusun Cinangka Desa Sukasetia Kecamatan Cihaurbeuti Kabupaten Ciamis, kecewa dan membakar undangan Pencoblosan Pilkades, Sabtu (15/08). iman s rahman/ radartasikmalaya.com

CIAMIS – Kesal tidak jadi pencoblosan Pilkades serentak di Ciamis, Sabtu (15/8), warga Dusun Cinangka Desa Sukasetia Kecamatan Cihaurbeuti Kabupaten Ciamis, ramai-ramai bakar surat undangan.

Diakui Elan Sutisna (32) bahwa  bertepatan di hari Sabtu tanggal 15 Agustus 2020 pagi sudah terjadwal di surat undangan datang ke TPS untuk mencoblos calon kepala desa.

Namun, Jumat sore diumumkan oleh pemerintah tidak jadi mencoblos. “Jelas kami kaget , kesal dan kecewa. Karena saya jauh-jauh hari sengaja pulang dari Bandung meliburkan diri bekerja untuk mencoblos, namun ternyata tidak jadi,” kesal Elan kepada Radar.

Elan mengaku, baru kali ini sepanjang sejarah pencoblosan Pilkades di undur.
Apalagi sehari menjelang nyoblos malah dibatalkan.

“Kami merasa dipermainkan pemerintah, sampai-sampai pesta rakyat Pilkades tidak jadi,” tegas Elan.

Dirinya merasa kerugian dengan kejadian ini, diantaranya sudah meliburkan kerja, uang ongkos dan terpaksa akan balik lagi kalau memang tidak jadi nyoblos.

“Saya benar-benar pusing dengan Pilkades tidak jadi, karena sudah mau menentukan suara kepada calon  pilihannya untuk menentukan kemajuan desanya,” ungkap Elan.

Ditambahkan Yono  Daryono (25)  yang mengaku ragu untuk memberikan hak suaranya lagi. Baik Pilpres, Pileg, Pilkada apalagi pilkades.

“Mendingan saya golput sekalian, karena kami merasa dipermainakan,” singkatnya.

Ditambahkan Pengusaha Kueh Kering M Fauzan (26) mengaku bahwa dua hari sebelum pencoblosan sudah  meliburkan 20 karyawanya, untuk mengikuti pencoblosan.

Namun ternyata Jumat sore dirinya dapat kabar pilkades di undur, benar-benar keterlaluan sekali  karena sudah meliburkan karyawan.

“Saya jelas kerugian besar, kalau dari awal saya tahu tidak jadi, pasti tidak  akan meliburkan karyawan. Ya lebih baik produksi saja,” tandasnya.

(iman s rahman)

loading...

2 KOMENTAR

  1. Dengan golput justru merugikan masyarakat di kampung Bapak. Karena suara Bapak sangat berarti untuk keberlangsungan desa Bapak. Semua merasakan hal yg sama, kecewa, marah dan merasa dirugikan juga dipermainkan. Segala upaya sudah dilakukan oleh perwakilan desa dan pemerintahan kabupaten untuk memohon tetap dilaksankaan pilkades. Namun Mendagri bersikukuh pilkades tetap ditunda dg alasan menunggu setelah selesai Pilkada 9 Desember 2020, walapun sebenarnya Ciamis tidak ada alasan untuk menunda pilkades karena pilkada sudah berlangsung setahun yang lalu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.