Pilkades di Ciamis Sebaiknya Diundur..!

255
0

CIAMIS – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak yang akan dilaksanakan 12 April 2020 di Kabupaten Ciamis sebaiknya diundur. Mengingat saat ini semua pihak fokus menangani penyebaran virus corona atau Covid-19.

Direktur Pusat Kajian Ilmu Hukum Fakultas Universitas Galuh (Unigal) Ciamis Hendra Sukarman SH SE MH menyarankan Bupati dan DPRD sebaiknya memundurkan pelaksanaan pilkades serentak.

Mereka harus berembuk untuk memundurkan pelaksanaan pemilihan kepala desa tersebut.

Baca juga : Satpol PP Ciamis akan Tindak Tempat Karaoke tak Berizin

“Karena jelas sangat rentan sekali, banyak berkumpul orang terutama pencoblosan pasti dari berbagai daerah akan pulang, tentunya harus jadi pertimbangan dan harus diundur,” saran Ebo, sapaan akrab Hendra Sukarman SH SE MH, kepada Radar Senin (23/3) siang.

Anggota Komisi D DPRD Ciamis Agus Ruhimat meminta Pemkab Ciamis menunda pelaksanaan Pilkades 2020. Pemerintah harus fokus menangani penyebaran Covid-19. Karena dampak dari Covid-19 sangat berbahaya.

Loading...

Antisipasi penularan virus tersebut harus benar-benar maksimal. Jadi tidak boleh banyak orang berkumpul.

“Jadi intinya dari kejadian Corona ini pilkades ditunda sementara. Kalau dipaksakan banyak dari luar kota datang ke Ciamis, tentunya sangat berisiko sekali dan jadi khawatir adanya yang kena corona juga dan rentan,” terang Agus yang juga Sekretaris Fraksi Gerindra Kabupaten Ciamis ini.

Merespons usulan dari akademisi dan Komisi D, Sekretaris Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (DPMPD) Kabupaten Ciamis Dian Budiyana menjelaskan pembahasan pelaksanaan Pilkades Serentak 2020 akan dilaksanakan Selasa (24/3). Pembahasan tentang Pilkades di 143 desa dan diikuti 505 calon kepala desa itu dilaksanakan di Pemkab Ciamis. Memang dengan kondisi sekarang, kata Dian, jikan Pilkades tetap dilaksanakan sesuai jadwal, itu sangat dikhawatirkan dan berisiko terjadi penularan Covid-19. Terlebih, kasus Covid-19 bukan berskala lokal namun internasional.

“Dikhawatirkan itu justru masalahnya yang datang dari luar Ciamis dari kota-kota besar yang tidak terdeteksi. Di mana justru yang di kota datang ke Ciamis itu jadi pantauan juga. Kalaupun contohnya bila pemilih di rumah-rumah rentan juga, bisa sampai cacat hukum nantinya, namun mendingan cari aman,” bebernya.

Pada intinya, kata dia, nanti keputusan soal ditunda atau tidaknya Pilkades Serentak, diputuskan di rapat hari ini. ”Nanti keputusannya seperti apa, lihat saja nanti,” ujarnya.

Di pusat, keputusan pahit harus diambil Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI). Secara resmi lembaga independen tersebut menunda tahapan Pemilihan Kepala Daerah 2020.

Kabar itu disampaikan melalui Surat Edaran (SE) KPU Nomor 8 tahun 2020 tentang Pelaksanaan Keputusan KPU Nomor 179/PL.02-Kpt/01/KPU/III/2020 tentang Penundaan Tahapan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati atau Wali Kota, dan Wakil Wali Kota tahun 2020 dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19. (isr/fin)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.