Pilkades Serentak Ciamis Ditunda, DPT Berubah Lagi

232
0

CIAMIS – Pemilihan kepala desa (pilkades) serentak resmi ditunda sampai selesainya Pilkada 2020. Namun, ketika kembali dimulai nanti tidak akan ada lagi kampanye, melainkan langsung kepada pemungutan suara.

Hal itu diungkapkan Kabid Pemdes Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMPD) Kabupaten Ciamis Risa Sugara SSTP MSi kepada Radar, Selasa (18/8).

Baca juga : Sampah Kayu Milik BLU di Cimaragas Ciamis Dikeluhkan Warga, Diduga Sebabkan Ini..

“Jadi nanti langsung pencoblosan, karena untuk masa tenang dan kampanye sudah selesai. Tinggal mungkin nanti perbaikan dan pembaruan daftar pemilih tetap (DPT) saja dan penyebaran undangan pencoblosan,” katanya, menjelaskan.

Lanjut dia, berkaitan dengan persoalan kertas suara yang sudah dicetak masih bisa digunakan ketika pemungutan suara kembali dilaksanakan. Hanya mungkin ada perubahan dari sisi jumlah, bisa bertambah atau berkurang.

Dia menjelaskan, memang tahapan pilkades serentak ini diundur untuk yang kedua kalinya. Maka dari itu, ke depan ketika jelang pelaksanaan akan memastikan dulu atau meminta surat kepada Kemendagri supaya pasti bisa atau tidaknya.

Loading...

“Dengan adanya surat kepastian pelaksanaan dari Kemendagri jelas akan menjadi jaminan dan membuat tenang,” ujarnya, menjelaskan.

Sekretaris Formatur Asosiasi  Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Ciamis M Abdul Haris mengatakan, sepanjang sejarah baru pertama kali lima hari jelang pencoblosan langsung ditunda, bahkan menjadi masa tenang terlama. Jadi belum tentu sampai kapan.

“Saya harapkan bisa dilaksanakan tahun ini, namun kembali lagi kepada pemerintah,” ujarnya.

Kata dia, pihaknya tidak mengetahui kapan pilkades serentak dilaksanakan. Karena semuanya ada pada kewenangan pemerintah, dalam hal ini Kemendagri.

“Setelah Pilkada 2020 pun kami belum 100 percaya, apalagi sudah ada penundaan seperti ini,” katanya.

Baca juga : Persiapan KBM Tatap Muka di Ciamis, Guru Jalani Tes PCR

Menurutnya, banyak yang dirugikan dari ditundanya pilkades serentak yang tinggal melakukan pencoblosan. Khususnya bagi para calon kepala desa yang sudah mengeluarkan anggaran untuk kebutuhan sosialisasi dan lainnya.

Kemudian pemerintah daerah pun sudah mengeluarkan anggaran untuk tahapan pilkades, jadi dengan diundurnya menjadi kerugian tersendiri bagi semuanya. (isr)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.