Pilkades Serentak di Ciamis, Pemdes Lakukan Ini..

103
0

CIAMIS – Pihak desa memverifikasi data pemilih untuk Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2020. Waktunya satu minggu.

Jumlah desa yang melakukan verifikasi data pemilih yaitu 143. Sebanyak itu juga desa yang melaksanakan Pilkades pada 15 Agustus nanti.

Baca juga : VIDEO Tabrakan, Pengendara Motor Masuk Kolong Livina di Ciamis

“Yang awalnya pencoblosan tanggal 12 April, sehingga dari April sampai 15 Agustus ada penambahan. Kalau pengurangan daftar pemilih karena pindah ke daerah lain atau meninggal sehingga harus dihapus dari DPT (Daftar Pemilih Tetap, Red),” ujar Kepala Bidang Pemerintahan Desa Dinas Pemberdayaan Desa (DPMPD) Kabupaten Ciamis Risa Sugar SSTP, MSi, Selasa (14/7).

Jika ada warga yang tak terdaftar dalam data pemilih karena terlewat, apakah bisa mencoblos menggunakan KTP? Risa menjawab bisa, namun harus minimal enam bulan sejak disahkan daftar pemilih sementara dan domisilinya di daerah tersebut.

“Jadi bisa hanya ketentuannya seperti itu,” ujarnya.

Loading...

Dihubungi terpisah, Pejabat Sementara (Pjs) Desa Sukasetia Ayi Saepuloh Amin SIP menjelaskan daftar pemilih di Desa Sukasetia, dari lima dusun sampai 12 April 2020, dari data pemilih sementara sebanyak 1.755 hak pilih.

Data pemilih sementara tersebut, kata Ayi, pasti mengalami perubahan, karena Pilkades yang tadinya 12 April menjadi 15 Agustus 2020.

“Pasti saat Pilkades 15 Agustus adanya perubahan, baik yang usia ada yang 17 tahun bertambah serta bisa juga pengurangan lagi ada yang meninggal dan pindah,” ujarnya.

“Makanya upaya kami te­rus melakukan veri­fi­kasi secara detail ke setiap dusun, di­an­taranya panitia dan dari ketiga calon un­tuk berembuk lagi, mengenai verifikasi pemilih tersebut,” ungkapnya.

Di Desa Sukasetia, Pilkades Serentak diikuti tiga calon kepala desa. “Kami pada intinya dalam Pilkades ini ingin kondusif,” harap Ayi.

Baca juga : Tahun Ajaran Baru, Ciamis Gunakan Sistem Guru Keliling

Anggota Komisi I DPRD Ciamis Jaenal Arifin juga berharap Pilkades bisa menghasilkan kepala-kepala desa yang bisa mengelola keuangan dengan baik, sehingga tidak tersangkut masalah hukum.

“Kami berharap calon kepala desa yang benar-benar mengedepankan pengelolaan keuangan yang baik serta pelayanan publik diutamakan,” ujarnya. (isr)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.