Pilpres Tinggal Menghitung Hari

99
0
Oleh Asep M Tamam
Loading...

Dua minggu ke depan, klimaks itu akan terjadi. Pilpres yang selama ini beritanya cukup menutupi segala permasalahan kehidupan manusia Indonesia akan segera lewat. Dua minggu lagi, lewat berita dari quick count, masyarakat Indonesia akan mendapat jawaban sementara sambil menunggu rilis real count dari KPU.

Tegang, resah, dan cemas menghinggapi semua orang yang selama ini masuk ke dalam hiruk pikuk dari atas panggung arena. Gejala yang sama juga menyergap mereka yang memiliki keberpihakan pada satu di antara dua pilihan. “Makhluk gaib” tentang siapa yang memenangi laga pilpres akan menyembul ke permukaan. Keramaian suasana selama ini bisa jadi berubah, menghening menuju antiklimaks atau bahkan juga meledak bagai bom waktu. Pada tanggal 17 April nanti tensi posting-an status di media sosial, terutama Facebook, Twitter, dan WhatsApp akan membara. Pertarungan publik selama ini akan mencapai titik klimaksnya di hari itu.

Tanggal 17 April 2019, sore hari, tepatnya setelah quick count dari berbagai lembaga survei muncul, adalah saat paling krusial yang menjadi “hakim” sementara bagi sengketa publik yang menguras emosi, waktu dan tenaga. Saat itu adalah vonis yang mau tak mau harus diterima sebagai putusan awal sebelum incraht (inkrah) di tangan KPU beberapa lama setelah itu. Saat itu, masyarakat akan berkumpul di rumah maupun di tempat-tempat nonton bareng layaknya menonton liga final Persib melawan Persija. Saat itu, masanya tinggal dua minggu lagi.

Fanatisme yang tinggi terhadap paslon akan berdampak cukup kuat terhadap hasil pilpres esok hari. Segala yang berlebihan akan berdampak berlebihan pula. Cinta yang berlebih menghasilkan kesedihan yang berlebih. Benci yang berlebih akan menyebabkan kecewa yang berlebih. Euforia publik tanggal 17 April akan membuncah. Puncak rasa dari kepenasaranan selama berbulan-bulan akan meletup di hari itu. Lima tahun lalu, psikologi massa di hari pilpres tak sedahsyat tahun 2019. Menang menghasilkan bangga berlebih dan kalah menyebabkan kecewa berlebih.

MEMBACA POTENSI PASCA PILPRES

Loading...

Masyarakat Indonesia sudah cukup berpengalaman memilih kepala negara. Sejak 2004, sudah tiga kali pilpres dilakukan secara langsung. Suasana batin masyarakat Indonesia dalam mengikuti helatan pilpres akan bisa menjadi modal penting bahwa pilpres akan berakhir baik, siapa pun pemenangnya. Tiga kali ujian pilpres telah menghasilkan lulusan-lulusan masyarakat yang dewasa dan damai. Panas di proses akan berakhir secara baik. Meski ada sisa rasa dari panasnya cuaca politik menjelang pilpres, namun dampak negatif yang dikhawatirkan selalu bisa diselesaikan dengan damai, elegan, dan fair.

Pengalaman tiga kali pilpres secara langsung dengan suasana batin yang tak kondusif di masa kampanye dan damai setelah pilpres berakhir, adalah modal mahal bangsa menuju sukses Pilpres 2019. Kita masih percaya bahwa di balik keseriusan para politisi memenangkan event pilpres tahun ini, ada ruang dalam batin mereka yang berisi keyakinan dan harapan agar apa pun yang terjadi dan siapa pun pemenangnya, kedamaian bangsa dan kenyamanan hidup masyarakat, harganya jauh lebih mahal.

Seseriusnya para politisi dalam memasarkan calon jagoannya dan mencari celah menjatuhkan calon lawan, tetap saja dalam benak mereka ada dan membara rasa cinta pada negara yang menuntut percepatan pembangunan demi kesejahteraan masyarakat. Diksi ribut, kacau, chaos, dan perang adalah pilihan kata-kata terakhir yang mungkin saja dipilih setelah terlebih dahulu masyarakat memilih diksi damai, aman, rukun, dan bersahabat. Pilpres adalah pesta, bukan perang. Pilpres adalah proses menuju en dam onia, kehidupan yang jauh lebih baik. Budaya dan peradaban Indonesia telah mengajarkan watak bangsa yang toleran, saling menghormati, saling menghargai, dan saling memberi solusi.

Harapan terbesar masyarakat untuk sukses pilpres tentunya disematkan di pundak para kandidat. Proses panjang dari mulai pemaketan, penentuan pasangan, proses berkampanye dan lainnya, harus mampu menciptakan karakter pemenang yang tak jumawa atau kalah dengan legawa. Para kandidat adalah para politisi yang berjiwa patriot. Menang dan kalah bukan prinsip. Upaya yang terkerah, usaha yang maksimal dilakukan hanyalah bagian dari sebuah acara penjemputan takdir. Mereka adalah negarawan yang inspiratif. Mereka, dalam rangkaian proses yang diikuti, telah bertekad dan menandatangani kesepakatan untuk pilpres damai. Mereka adalah negarawan yang menempatkan kepentingan bangsa di atas segalanya. Jiwa kenegarawanan yang mereka pertontonkan di hadapan mata publik akan menjalar ke bawah, ke para politisi, tim sukses, hingga ke seluruh rakyat di bawahnya.

PEKAN REFLEKSI BANGSA

Sisa waktu tersisa cukup mewah harganya untuk dimanfaatkan merefleksi perjalanan demokrasi Indonesia. Dalam setahun ini, banyak hal penting terjadi. Pilpres adalah pintu yang memasukkan kita pada rumah Indonesia yang lebih rapi dan tertata. Pilpres bukan segalanya. Pilpres tak harus seserius itu. Pilpres hanyalah serangkaian upaya untuk mencari sosok terbaik yang akan menakhodai Indonesia menuju pelabuhan adil dan sejahtera.

Cinta tanah air sebagian dari iman. Demikian Hadhratusysyaikh KH. Hasyim Asyari, 74 tahun lalu menekankan pentingnya keberpihakan kita pada bangsa dan negara. Kepentingan negeri yang lahir dan dibesarkan oleh perjuangan panjang para pendahulu yang mengorbankan lahir batin mereka untuk merdeka dan menentukan nasib sendiri harus ditempatkan sebagai prioritas. Mengotak-kotakkan anak-anak negeri, memecah belah persatuan mereka, menanam bibit kebencian dan permusuhan, sungguh menjadi jalan yang menyalahi dan mengkhianati jalan terjal perjuangan para pahlawan.

Sisa waktu yang tersisa harus direfleksi untuk mengembalikan karakter terbaik bangsa, warisan para pendahulu kita yang nyata-nyata mencintai kebersamaan, menyemai jiwa saling kasih, sayang, ayom, juga saling menjaga dan melindungi. (*)

* Pengamat sosial, politik dan pemerintahan Tasikmalaya

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.