Pilwalkot Tasik, PKB Jangan Ditinggalkan

75
0
Ist. SILATURAHMI. Jajaran Pimpinan DPC PKB Kota Tasikmalaya usai bersilaturahmi dengan Plt wali kota H Muhammad Yusuf yang juga Ketua DPD Golkar Kota Tasikmalaya, di salah satu rumah makan Jalan Letnan Harun, Senin sore (8/2/2021).
Ist. SILATURAHMI. Jajaran Pimpinan DPC PKB Kota Tasikmalaya usai bersilaturahmi dengan Plt wali kota H Muhammad Yusuf yang juga Ketua DPD Golkar Kota Tasikmalaya, di salah satu rumah makan Jalan Letnan Harun, Senin sore (8/2/2021).
Loading...

TASIK – Setelah Fraksi PKB bersilaturahmi dengan PC NU Kota Tasikmalaya, giliran H Cece Insan Kamil dan jajarannya di DPC PKB Kota Tasikmalaya bersilaturahmi dengan Plt Wali Kota Tasikmalaya sekaligus Ketua DPD Partai Golkar H Muhammad Yusuf.

Senin sore (8/2/2021), mereka menggelar pertemuan tertutup di salah satu rumah makan di Jalan Letnan Harun. Tampak hadir para politisi yang dikomandoi H Cece mulai dari H Wahid, Moqit Nuryadin, Cepi Restiadi, Endang Rusyanto serta Hendra J Rustandi berfoto akrab bersama Yusuf.

Saat dikonfirmasi, Wakil Ketua I DPC PKB Kota Tasikmalaya H Wahid menuturkan, pertemuan tersebut hanya silaturahmi biasa, di mana selama ini PKB yang merupakan kawan koalisi Budi-Yusuf belum terlihat bersilaturahmi secara khusus.

“Ya silaturahmi biasa. Agenda besarnya, kami sampaikan kalau PKB mau ada kegiatan sekolah Peduli Umat Melayani Rakyat (PUMR) serta Maret mendatang rencananya Musyawarah Cabang (Muscab),” ujar Wahid kepada Radar, Selasa (9/2/2021).

Dia mengaku tidak ada pembicaraan khusus berkenaan kondisi politik saat ini, atau pun membahas rencana Pilkada mendatang. Mereka hanya menyampaikan laporan, terhadap pimpinan daerah bahwasannya DPC sedang konsen menghadapi serangkaian kegiatan partai di tahun ini.

loading...

“Enggak ada pembicaraan khusus, bahas koalisi atau Pilkada dan lain sebagainya. Hanya saling menangkap perkembangan, kita juga kan ingin dengar Pak Yusuf dalam melanjutkan kepemimpinan saat ini seperti apa,” katanya bercerita.

“Kemudian pada intinya ke depan juga memang sedikit dibahas mau seperti apa, kemarin kita sampaikan PKB supaya tidak lagi ditinggalkan, harus sinergis di koalisi,” sambungnya menjelaskan.

Politisi yang juga Sekretaris Komisi III DPRD Kota Tasikmalaya itu mengungkapkan, Plt wali kota juga menceritakan kronologis rencana pertemuan dan silaturahmi yang direncanakan dengan PPP maupun Nasdem beberapa waktu lalu.

Hingga pada akhirnya pertemuan batal dilangsungkan, karena adanya miskomunikasi. “Ada kendala apa, kemudian bagaimana ceritanya kaitan kemarin. Beliau bertabayun dan sampaikan memang ada semacam terkendala mis komunikasi,” jelas Wahid.

Sebelumnya diberitakan, menyongsong perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Tasikmalaya mendatang. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) mendambakan adanya kader murni warga nahdliyin yang menjadi pimpinan di Kota Santri.

Hal itu ditegaskan Ketua PCNU Kota Tasikmalaya, KH Ate Musodik Bahcrum. Menurut dia, sudah saatnya kader murni nahdliyin menjadi orang nomor satu di Kota Tasikmalaya.

“Ke depan sangat rasional jika ada kader NU yang maju sebagai kandidat di Pilkada,” ujarnya usai bersilaturahmi dengan Fraksi DPC PKB Kota Tasikmalaya di Jalan dr Soekardjo, Jumat (5/2/2021).

Untuk itu, dia berharap PKB yang selalu dibutuhkan kehadirannya di kontestasi politik, harus berani mematok target mengusung calon Wali Kota Tasikmalaya.

“PKB itu lahir tidak terlepas dari adanya Nahldlatul Ulama. Maka PKB harus berani mematok target, dengan kehadiran para anggota legislatifnya di kursi DPRD, bisa merebut kursi eksekutif,” katanya.

Baca juga : PPKM Tingkat RT di Kota Tasik, Begini Kata Yusuf..

Sebab, kata KH Ate, PKB akan menjadi partai masa depan, yang notabene bagian dari keluarga nahdliyin. Sehingga harus mampu merebut kursi DPRD dan eksekutif. ”Saya rasa itu (mencalonkan kader NU/PKB, Red) sangat bisa, melihat kondisi politik saat ini,” ujar memaparkan.

Menurut KH Ate, kader NU harus mampu tampil di perhelatan politik mendatang. NU saat ini menginginkan pimpinan eksekutif dan legislatif berideologi dan berdarah asli nahdliyin. Memandang cuaca politik ke depan akan semakin rasional apabila melihat kacamata konstalasi perpolitikan di pusat.

“Bisa dibilang PKB menanti durian runtuh, namun sekarang target ini sangat rasional,” katanya.

Ulama yang juga Ketua MUI Kota Tasikmalaya ini menjelaskan, pada silaturahmi tersebut pihaknya memberikan keteguhan komitmen kesejarahan terhadap para kader yang kini hadir di Fraksi DPRD.

Pertemuan dan silaturahmi tersebut, memiliki bobot urjen, seiring akan dihelatnya Musyawarah Kerja Cabang (Mukercab) Nahdlatul Ulama yang akan dihelat 16 Februari mendatang di Hotel City.

“Nantinya dalam Mukercab kita akan merumuskan program organisasi, baik bersifat dakwah, tarbiyah dan siasah,” tegas KH Ate.

Ia berpesan Fraksi PKB harus menjadi corong akan tumbuh suburnya nilai-nilai aswaja di ruang publik. Apalagi, tantangan NU terbesar ke depan, yakni dengan masuknya ideologi impor, berupa radikalisme dan intoleran.

“Kata kuncinya adalah Islam Nusantara, yang merupakan perekat kebersamaan serta persaudaraan yang harus dimuikan di Kota Tasikmalaya,” pesan Pimpinan Pondok Pesantren  Raudlatul Muta’alimin Cilendek tersebut. (igi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.