Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

3.1%

19.3%

7.3%

70.3%

Pimpinan Paguyuban Tunggal Rahayu Garut Diperiksa Polisi

78
0
AKP Maradona Armin Mappaseng Kasat Reskrim Polres Garut

KARANGPAWITAN – Satuan Reserse dan Kriminal (Sat Reskrim) Polres Garut mulai memeriksa pimpinan Paguyuban Tunggal Rahayu, Sut alias Cakraningrat Kamis (10/9).

Dalam pemeriksaan kemarin, Sut diperiksa sebagai saksi dalam dugaan kasus penipuan, perubahan lambang negara, penggunaan titel palsu, persoalan mata uang dan beberapa hal lainnya yang berkaitan dengan paguyuban tersebut.

Baca juga : Cetak Uang Sendiri, Bakorpakem Garut Kaji Kegiatan Paguyuban Tunggal Rahayu

“Yang sudah ada faktanya memang hanya terkait penipuan dan kita akan dalami soal itu. Untuk lainnya, masalah titel, mata uang, sampai lambang negara akan kita tanyakan juga dalam pemeriksaan ini,” ujar Kasat Reskrim Polres Garut AKP Maradona Armin Mappaseng kepada wartawan di ruang kerjanya, kemarin.

Setelah proses pemeriksaan, pihaknya akan langsung bergerak cepat untuk kepastian hukum kepada Sut.

Langkah yang akan dilakukan, kalau keterangan dinyatakan cukup disertai alat bukti yang cukup, pihaknya akan langsung melakukan gelar perkara untuk memperjelas status hukumnya.

“Saat ini status Sut ini masih sebagai saksi, belum naikkan menjadi tersangka,” terangnya. Maradona menerangkan, dalam agenda pemeriksaan juga penyidik memeriksa empat anggota Paguyuban Tunggal Rahayu yang masih aktif.

Maradona mengaku belum bisa menjelaskan hasil pemeriksaan karena masih berlangsung.

“Inti pemeriksaan ini seputar perekrutan anggota, penggunaan uang, masalah lambang dan titel beliau,” katanya.

Sementara dari hasil rapat Bakorpakem, Maradona mengatakan semuanya sepakat untuk memproses hukum paguyuban tersebut.

Masalah hukum hasilnya akan terlihat setelah proses penyidikan tuntas.

Baca juga : Saat Transaksi Jual Mobil di Garut, Pria Ini Ditangkap Polisi Lalu Lintas..

Dari hasil pemantauan, Maradona menyebut jika sudah tak ada aktivitas paguyuban di Cisewu dan Caringin. Sebagai organisasi, aktivitas Tunggal Rahayu ilegal karena belum mengantongi izin.

“Mereka mengajukan permohonan izin sejak Agustus 2019. Cuma sampai sekarang tidak dterbitkan izinnya karena ada dugaan pidana,” paparnya. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.