Pimpinan Ponpes Sulalatul Huda Paseh Kota Tasik Wafat

5885
0
radartasikmalaya.com
Jenazah pimpinan umum Ponpes Sulalatul Huda Paseh Kota Tasik saat disalatkan, Rabu (24/11) pagi. rezza rizaldi / radartasikmalaya.com
Loading...

KOTA TASIK – Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Pimpinan Umum Pondok Pesantren (Ponpes) Sulalatul Huda, Paseh, Cihideung, Kota Tasikmalaya, KH Yiyi Abdul Muhyi Bin KH Ahmad Kosasih meninggal dunia (wafat), Selasa (24/11) pagi.

Pimpinan Ponpes Sulalatul Huda, KH Aminudin Bustomi mewakili pihak keluarga besar mengaku kehilangan sosok almarhum yang dikenalnya sosok yang piawai dalam ilmu fiqih.

“Beliau ini setelah ada acara di sini seminggu lalu, kemungkinan kecapean. Kemudian, H+2 kita bawa ke dokter dan tensinya tinggi, sampai 157. Jadi analisa medis darah tinggi,” paparnya kepada radartasikmalaya.com, Rabu siang.

“Lalu almarhum istirahat beberapa hari. Tapi kondisi kesehatannya semakin melemah, ada sesak nafas atau peungap. Akhirnya pihak keluarga sepakat membawanya ke TMC, dan Alhamdulillah dirapid test hasilnya negatif,” sambungnya

Terang dia, setelah itu karena saat di TMC penuh, pihaknya sempat membawa almarhum ke RS JK kemarin Magrib.

Loading...

“Nah di JK itu jam 22.00 WIB kondisinya semakin ngedrop, sampai 70 tensinya. Nafas pun semakin lemah,” terangnya.

Kemudian, tambah dia, Allah takdirkan jam 06.26 menit almarhum menghembuskan nafas yang terakhir. Meski sampai hari ini diagnosa dokter belum keluar.

“Tapi yang jelas inilah ketentuan Allah, dan kami keluarga juga tidak ada yang bisa diungkapkan lebih kecuali kita hanya sebatas mengembara di dunia ini. Semuanya ada batas waktunya. Innalilahi wainnailaihi rojiun,” tambahnya.

Baca Juga : Mereka Turut Bangga & Ucapkan Selamat ke Radar Tasikmalaya atas Raihan Ini..

Jelas dia, almarhum kita kenal sebagai sosok yang cool. Jadi jarang bicara tapi paling khusyuk kalau ngawuruk di pesantren. Jadi pasca almarhum ayahandanya meninggal sekitar 2007, 13 tahun almarhum memegang kepemimpinan pesantren ini.

“Kompetensi keilmuannya di bidang fiqih. Jika ada fiqih temuan baru beliau itu paling terakhir karena paling piawai urusan fiqih,” jelasnya.

Almarhum dimakamkan di pemakaman keluarha yang berada di area Ponpes. “Alhamdulillah banyak yang takziah ada yang sedang menyalatkan sambil menunggu kedatangan pihak keluarga yaitu bibi, kakaknya Almarhum yang sudah lewat Limbangan dan ibu dari Bandung sedang jalan ke sini. Lalu kita lanjut prosesi pemakaman di area Ponpes, pinggir makam ayahanda, kakek dan uwak. Di pemakaman keluarga,” pungkasnya.

(rezza rizaldi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.