Pinjaman KUR Jangan Dibelikan Motor

196
0

Usai dari Kota Banjar, Presiden Joko Widodo menyalurkan program bantuan Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada 632 warga di Pondok Pesantren Miftahul Huda Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya kemarin (27/2).

Kegiatan tersebut merupakan program Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Dalam sambutannya, Jokowi

mengatakan penyaluran KUR tersebut bagi masyarakat di kalangan petani, peternak, pengusaha mikro dan home industri.

Dia pun mengingatkan penerima KUR agar bantuan tersebut digunakan untuk mengembangkan usaha yang dimiliki. Jangan sampai dipakai untuk kebutuhan pribadi. ”Hati-hati KUR itu uang pinjaman, tetap harus mengembalikan di angsur, nyicil. Jangan sampai pulang dapat program KUR malah dibelikan sepeda motor,” ujarnya. Selain memberikan bantuan KUR, Jokowi pun menggulirkan program Bank Wakaf mikro yang sudah di bangun di 44 pondok pesantren di seluruh Indonesia. Dengan anggaran Rp 8 miliar/ pondok pesantren. ”Program ini (Bank Wakaf, Red) selain untuk santri, juga bagi masyarakat di sekitar pondok pesantren,” paparnya.

Kemudian, Jokowi akan memberikan program Balai Latihan Kerja (BLK) bagi komunitas santri dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia. Yang nantinya, akan diberikan pelatihan kepada 1.000 santri di seluruh Indonesia.

Dari mulai, belajar keterampilan IT, digital, komputer, desain, garment, perbankan termasuk home industri dan industri keuangan lainnya. ”Kita harapkan santri bisa bekerja, punya keterampilan. Bisa kerja di Bank Syariah atau membuka usaha sendiri,” kata Jokowi.

Rencananya tahun 2020, tambah Jokowi, pemerintah Indonesia akan menambah jumlah santri yang akan mendapatkan program BLK yakni menjadi 3.000 santri. ”Program ini, untuk menghadapi persaingan dan kompetisi antar negara. Keterampilan kita harus diperbaiki dan ditingkatkan,” ujarnya.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan selain KUR masyarakat Tasikmalaya juga diberikan program KUR berbentuk CSR untuk sarana pertanian. Selai, sarana kebersihan bagi Pondok Pesantren Miftahul Huda. “Kita juga salurkan bantuan alat memasak bagi pedagang kaki lima di Tasikmalaya,” paparnya.

Menurut Darmin, tahun ini pemerintah pusat akan mengucurkan anggaran Rp 140 triliun untuk program KUR. ”Di Tasikmalaya sendiri, hari ini yang menerima KUR itu ada 632 debitur atau masyarakat dengan total bantuan KUR Rp 34,4 miliar. Jadi jangan takut kehabisan KUR, karena masih banyak anggaran,” kata Darmin.

Pimpinan Pondok Pesantren Miftahul Huda Manonjaya KH Abdul Azis Affandy mendoakan Presiden Jokowi usai acara penyaluran KUR. “Saya doakan, mudah-mudahan Pak Jokowi bisa menjadi presiden kembali,” ujarnya ditengah-tengah memimpin doa bersama.

Wakil Gubernur Jawa Barat yang juga pengurus Pondok Pesantren Miftahul Huda H Uu Ruzhanul Ulum mengaku bangga pesantrennya bisa kedatangan Presiden Joko Widodo.

“Syukur alhamdulillah pesantren kami kedatangan Bapak Presiden, apalagi beliau datang kesini sambil memberikan program kepada masyarakat yang ekonominya di bawah. Termasuk program bank wakaf mikro dan balai latihan kerja bagi pesantren,” kata Uu. (dik)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.