Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

3.1%

19.3%

7.3%

70.3%

Pisang Sale Bilqis Diminati Pasar Malaysia, BI Beri Bantuan Sarana dan Pendampingan Usaha

75
1
SERAHKAN BANTUAN. Kepala BI Tasikmalaya Heru Saptaji (tengah) menyerahkan bantuan peralatan produksi kepada KUBE Bilqis. foto-foto: Anto Sugiarto / Radar Tasikmalaya
SERAHKAN BANTUAN. Kepala BI Tasikmalaya Heru Saptaji (tengah) menyerahkan bantuan peralatan produksi kepada KUBE Bilqis. foto-foto: Anto Sugiarto / Radar Tasikmalaya

TASIK – Sale pisang merupakan makanan khas Ciamis yang kerap kali dijadikan sebagai buah tangan atau oleh-oleh. Makanan ini kian diminati dengan berbagai varian yang semakin banyak.

Seperti pisang sale yang diproduksi Kelompok Usaha Bersama (Kube) Bilqis di Dusun Cimentek, Desa Sindangkasih Kecamatan Banjarsari Kabupaten Ciamis. Bahkan, pisang sale Bilqis ini terus berproduksi untuk memenuhi permintaan pasar hingga ke mancanegara.

Potensi yang begitu besar tersebut mendorong Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya untuk memberikan pendampingan dan pelatihan. Bantuan yang diberikan BI mampu meningkatkan kapasitas produksi pisang sale Bilqis sehingga bisa memenuhi permintaan ekspor ke Selangor Malaysia dalam jumlah yang lebih banyak lagi
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya Heru Saptaji mengatakan, latar belakang BI melakukan pendampingan kepada Kube Bilqis ini karena pihaknya melihat adanya semangat dan optimisme dari anak muda yang ingin meningkatkan kualitas produk pisang sale agar mampu menembus pasar global.

“Ketua Kube Bilqis yang bernama Teh Lena ini merupakan generasi muda yang punya visi ke depan. Generasi seperti ini patut diberikan kesempatan untuk maju,” terang Heru kepada Radar, Selasa (25/8).

Lanjutnya, Lena mampu merangkul masyarakat di sekitarnya sebanyak 10 orang untuk bersama-sama mendirikan kelompok usaha yang memproduksi pisang sale goreng. “Teh Lena ini mampu mengangkat potensi yang ada di daerahnya yakni buah pisang menjadi produk pisang sale yang punya nilai tambah,” katanya.

Maka, untuk mendorong kualitas dan kapasitas pisang sale Bilqis ini BI memberikan bantuan peralatan produksi sale pisang seperti wajan, tungku, sealer, tabung gas, kompor gas dan genset.

“Selain bantuan yang sifatnya sarana, yang terpenting BI pun memberikan bekal pendampingan dan motivasi agar maju dan lebih sukses dalam menggarap pasar global,” terangnya.

Setelah adanya pendampingan dari BI, Kube Bilqis mampu meningkatkan kapasitas produksi dan kualitas produk. “Alhamdulillah setelah melalui serangkaian pendampingan, sale pisang yang awalnya hanya dinikmati masyarakat lokal, kini bisa dinikmati oleh orang luar negeri,” katanya.

Sampai saat ini Kube Bilqis bisa melakukan ekspor ke Selangor Malaysia sebanyak 9 kontainer atau 198 ton dengan nilai rupiah yang besar.

“Sekarang ini Pisang Sale Bilqis mengalami perkembangan yang luas biasa. Jumlah tenaga kerja pun bertambah dari awalnya 12 orang menjadi 22 orang. Kapasitas produksi pun meningkat dari 100 bal menjadi 400 bal per minggu,” ujarnya.

Heru mengatakan, dengan mengantarkan UMKM ke pasar ekspor maka secara tidak langsung membentuk UMKM yang kokoh dan memperbaiki ekonomi di level grassroot.

“UMKM yang sudah ekspor ini relatif tahan guncangan, kalau pasar internasional mengkerut, maka bisa diserap oleh pasar domestik,” ujarnya.

Ke depannya, kata Heru, BI akan memberikan pelatihan dan pendampingan sehingga kualitas semakin baik dan pemasaran semakin luas terutama melalui pemasaran online yang menjadi solusi di tengah pandemi Covid-19.

“Harapannya, setelah adanya pendampingan dari BI ini tercipta kemandirian dari UMKM untuk mengembangkan usahanya. Selain itu bisa menjadi inspirasi bagi banyak UMKM untuk bergerak maju. Terlebih potensi di Priangan Timur ini sangat bagus, saya optimis UMKM kita (Priangan Timur, Red) mampu menembus pasar global,” pungkasnya.

Ketua Kube Bilqis Lena Alenada mengatakan mulai merintis usaha pisang sale goreng berbentuk lidah sejak akhir tahun 2012. Ia membuat babangi (sale mentah) sendiri, namun baru fokus menggarap pada tahun 2016 menggunakan pisang jenis siem.

“Sebelum seperti ini, sempat gagal karena kesalahan. Namun, dari kesalahan itu malah berbuah manis sampai sekarang, karena memiliki keunggulan cita rasa yang berbeda dari sale lainnya,” ujar dia.

Menurut dia, produksi pisang sale Bilqis setelah dapat bantuan dari BI meningkat drastis. Bahkan, kata dia, sale lidah Bilqis sudah mulai ekspor ke Selangor Malaysia sejak bulan Juni 2020. Sampai saat ini sudah 9 kali ekspor ke Malaysia, dan buyer di sana hanya ingin sale lidah Bilqis. “Ini kita akan ekspor lagi 2.200 bal sale,” tuturnya.

Lanjutnya, sebelum ekspor ke Malaysia, ia biasanya mengirim ke Semarang, Jakarta, Garut, dan paling jauh Pekanbaru. Permintaan domestik ini pun sampai sekarang masih berjalan.

Kata dia, pisang sale Bilqis sudah memiliki sertifikat halal MUI dan PIRT, tinggal mengembangkan kemasan yang lebih menarik. Sale Bilqis dijual Rp 102.000 per bal atau Rp 27.500 per kilogramnya. (na)

loading...

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.