Pizza dan Senja Hari di Sudut Jauh Keramaian Pangandaran

152

Coba Anda bayangkan menikmati pizza di sudut pantai. Jika sore hari, Anda akan mendapatkan dua keuntungan sekaligus: Makanan khas Italia yang berunsur keju sekaligus disuguhi langit senja hari. Romantis bukan.

Nana Suryana, Pangandaran

Saat berlibur ke Pangandaran, bagi penyuka pizza, Anda bisa peroleh makanan khas Italia itu langsung dari tangan orang Italia.

Di Pantai Selatan Jawa Barat ini, Anda akan menemukan restoran pizza. Namanya Brillo Pizza. Lokasinya di Pantai Barat. Jaraknya 100 meter dari pantai.

Jangan cemas, Anda bisa menikmati matahari terbenam dari sana. Meski lumayan berjarak, keindahan senja akan terlihat. Karena, laut bisa dilihat dari restoran.

Tempat kuliner yang berdiri sejak 1991 itu dikelola Franco Genti dan istrinya, Alsiah (45).

Genti tidak asing dengan Pangandaran. Dia sebelum membuka restoran pizza adalah juru masak di perusahaan penerbangan Susi Air.

Di perusahaan milik Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti itu, Genti menjadi kepala juru masak. Dia melayani makanan para pilot Susi Air yang sebagian besar warga negara asing (WNA).

Brillo Pizza berlokasi di Blok Pamugaran Desa Cikembulan Kecamatan Sidamulih atau sekitar 6 kilometer dari kawasan utama Pantai Pangandaran. Jalan menuju Brillo Pizza masih berlubang. Sekitar 1 km, Anda akan mendapatkan jalan yang kurang mulus itu.

Namun, semuanya akan terbayar dengan kelezatan menu pizza autentik Italia. Pengunjung bisa mencicipi pizza dengan selera lokal. Pria berlatar belakang juru masak profesional ini rupanya tak ingin mengabaikan citarasa khas Indonesia.

Ia pun membuat pizza tempe yang diberi nama Pizza Pangandaran. Pizza Brillo ditawarkan dengan harga mulai Rp 50.000 hingga Rp 100.000 per porsi. Cukup untuk porsi empat orang.

Di Brillo Pizza, terdapat pizza Corona, Focaccacia, Bolognese, Napoletana dan lainnya. Ada juga menu khas Italia lainnya, seperti Spaghetti. Tentunya makanan-makanan itu dibuat Genti.

Lokasi Brillo Pizza yang terpencil, karena Genti memang menawarkan konsep rumah makan nyaman dan jauh dari keramaian.

Karena itu, tempatnya didesain seperti suasana taman di rumah-rumah. Kursi kayu dan gazebo dikelilingi tanaman-tanaman rindang. Itu membuat pengunjung betah.

Penyajian pizza juga cukup unik. Dia menghidangkan pizza di nampan bambu atau biasa dikenal masyarakat setempat dengan sebutan nyiru.

Menurut ayah tiga anak ini, selain turis asing, pizza buatannya lebih dikenal wisatawan dari luar daerah seperti Bandung, Jakarta dan kota-kota lainnya.

“Mereka biasanya tahu dari mulut ke mulut tapi sekarang ini, warga Pangandaran juga sudah mulai banyak yang datang,” kata Genti.

Namun demikian, ia mengaku sempat menutup bisnis kulinernya tahun 1999. Itu karena sepi pengunjung. Itu terimbas krisis ekonomi tahun 1998.

“Saya pulang (ke Italia) dan beberapa tahun sempat bekerja di Inggris, baru ke Pangandaran lagi sekitar tahun 2012,” ujar Franco saat berbincang dengan Radar.

Sejak kembali lagi ke Pangandaran, ia menikahi Alsiah, warga Pangandaran dan merintis Brillo Pizza di tempat lamanya.

“Saya senang. Karena sekarang ini mulai banyak yang suka pizza. Bahkan anak-anak sekolahan. Beda sekali dengan dulu. Tamu saya hampir bule semua. Kalau sekarang mengandalkan bule, saya bisa bangkrut lagi,” ujarnya sambil tersenyum.

Restoran Brillo Pizza dibuka setiap hari. Mulai pukul 12.00 hingga pukul 21.00. Karena banyak permintaan pelanggan, Brillo Pizza juga melayani pesan antar. Genti dan istrinya, dibantu empat orang karyawan. Semua merupakan warga lokal. Mereka lulus pelatihan membuat pizza sesuai racikannya.

Herwina (36), salah seorang pengunjung asal Jakarta mengaku sangat menyukai Brillo Pizza. “Tempatnya terpencil tapi pizzanya enak banget, apalagi yang punyanya memang orang Italia yah, negara asalnya, recommended deh,” ujarnya.

Ia mengetahui Brillo Pizza dari temannya yang pernah berkunjung ke tempat kuliner itu. “Udah sering kami ke sini, anak-anak suka banget,” ujarnya. (*)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.