PJJ Harus Bikin Nyaman Siswa

24
0
WORKSHOP. Beberapa guru SMP mengikuti pendidikan dan latihan agar paham media pembelajaran PJJ pada masa pandemi Covid-19, beberapa waktu lalu.
WORKSHOP. Beberapa guru SMP mengikuti pendidikan dan latihan agar paham media pembelajaran PJJ pada masa pandemi Covid-19, beberapa waktu lalu.
Loading...

TASIK – Kebijakan belajar dari rumah kembali diambil oleh Satgas Covid-19 Kota Tasikmalaya pada awal 2021 sebagai upaya mencegah penyebaran bencana non alam ini. Dalam posisi ini sekolah/madrasah mesti memberikan pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang mempunyai kebermaknaan dan menyenangkan untuk siswa.

Kepala Bidang PAUDNI Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya N Eros Nuryanti SSos mengatakan, manfaatkan PJJ ini untuk mendapatkan suasana belajar yang nyaman. Itu akan meningkatkan antusiasme dan fokus anak saat belajar.

“Diharapkan PJJ ini mesti nyaman untuk belajar. Di mana siswa dapat mengeksplor belajar mereka dengan hal-hal baru yang bisa menyenangkan dan bermakna,” katanya kepada Radar, Selasa (12/1).

Misal, kata dia, metode belajar yang paling ampuh untuk diterapkan kepada anak usia dini adalah belajar sambil bermain. Sehingga jenis permainan yang dipilih harus mengandung edukasi.

“Tujuan itu agar menanggulangi anak belajar tidak jenuh atau bosan saat PJJ. Sehingga guru atau orang tua mesti menciptakan suasana belajar baru,” ujarnya.

Loading...

Upaya menciptakan suasana yang baru dalam PJJ, guru atau orang tua bisa mengikuti webinar parenting atau peningkatan mutu pendidikan. Sehingga bisa memiliki banyak teknik pembelajaran yang efektif dan menciptakan suasana belajar yang nyaman bagi anak.

“Sebagai orang tua harus inovasi, wajib memahami aktivitas belajar anak dan memastikan kegiatan belajar anak berjalan dengan lancar. Maka perlunya kenyamanan belajar agar anak merangsang untuk mau belajar,” tambahnya.

Plt Kepala MTsN 3 Kota Tasikmalaya Asep Rahmat SPd MPdI mengatakan, kunci efektivitas sistem pembelajaran daring adalah bagaimana seorang guru tetap kreatif. Menyajikannya secara menyenangkan dan mudah dimengerti, sehingga para siswa tidak merasa bosan dan tetap produktif belajar dari rumah.

“Jadi PJJ kali ini perlunya kebermaknaan dan menyenangkan. Agar bisa secara efektif dan sesuai dengan pokok pembahasan yang disampaikan setiap mata pelajaran,” katanya.

Oleh karena itu, perlunya guru dalam kegiatan belajar mengajar menyatukan persepsi dan konsentrasi siswa di masa PJJ. Misal mata pelajaran IPA kelas IX semester 2 dengan pokok pembahasan sekarang kemagnetan alam yang bisa divariasikan dengan video atau gambar bergerak. “Keterjaminan pembelajaran harus tersampaikan dengan nyaman dan bervariasi. Ada gambar bergerak atau video,” ujarnya.

Berarti perlunya kemampuan guru memanfaatkan teknologi. Minimal menguasai media pembelajaran berbasis power point, google classroom dan aplikasi pembelajaran daring lainnya. “Sehingga guru harus bisa mengoperasikan teknologi informasi dan komunikasi untuk menunjang keberlanjutan PJJ,” katanya.

Selanjutnya, guru pun harus memberikan perhatian kepada siswa saat PJJ. Tidak hanya menggugurkan kewajiban. “Guru harus bisa meningkatkan belajar, ketaatan ibadah dan disiplin siswa di tengah pandemi Covid-19,” ujarnya.

Untuk penguatan karakter siswa, sambung Asep, guru pun dapat memberikan informasi dasar tentang penanganan Covid-19 dalam bahasa sederhana dan mengkampanyekan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

“Walaupun dengan PJJ pembelajaran sebagai upaya menanggulangi penyebaran Covid-19 tetap disampaikan PHBS, disiplin dan 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak, Red),” katanya. (riz)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.