PKB Ingin Menangkap Momentum

176
0

TASIK – Mesin partai politik menjelang Pilkada Tasikmalaya pada September 2020 makin memanas. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) terus memonitor beberapa bakal calon yang akan diusung menjadi orang nomor satu di Kabupaten Tasikmalaya.

Sebab pemilik delapan kursi di DPRD Kabupaten Tasikmalaya itu menargetkan meraih kursi Z1 yang selama ini di Kabupaten Tasikmalaya dikuasai PPP.

Nama-nama seperti Haris Sanjaya, KH Atam Rustam, Iip Miftahul Faoz, H Suryana dan Deni Rusyniadi pun semakin santer akan menjadi pemilik tiket partai berlambang bintang sembilan.

Wakil Ketua DPC PKB Kabupaten Tasikmalaya Usman Kusmana MSi mengakui kelima nama tersebut memiliki potensi diusung PKB di Pilkada Tasikmalaya 2020. ”Pada prinsipnya, soal siapa calon dari PKB yang akan diusung. Keputusan akhir tetap di DPP, yang tentunya tetapi dengan melihat geliat di tingkat bawah,”ujarnya kepada Radar, kemarin (27/12).

Usman menegaskan di Pilkada nanti, PKB mematok target mengusung kandidat bakal calon Bupati Tasikmalaya. ”Saat ini kita sudah melakukan pemetaan dan terus membaca peluang serta mengukur kekuatan,” ujarnya.

Apalagi, hasil di Pileg 2019 yang meraih 8 kursi di DPRD sangatlah realistis apabila PKB mengusung Z1. ”Maka kita akan berupaya keras mengusung kader terbaik internal maju di pilkada,” tuturnya.

Loading...

Yang jelas, tambah Usman, PKB ingin menangkap momentum baik saat ini, dimana PKB baik secara nasional maupun di daerah memiliki raihan suara sangat signifikan. ”Maka kita sambut momentum baik ini, dengan menempatkan kader terbaik di eksekutif,” terang lelaki yang hobi menulis tersebut.

Terpisah, Anggota Dewan Syuro DPC PKB Kabupaten Tasikmalaya Oos Basor menyebut sudah ada empat nama yang telah melakukan komunikasi non formal dengan pengurus PKB. Yakni KH Atam Rustam, Iip Miftahul Faoz, H Suryana dan Deni Rusyniadi. “Dan empat nama ini mempunyai keinginan maju mencalonkan diri menjadi bupati/wakil bupati di Pilkada 2020 lewat PKB,” ujarnya kepada Radar di Pendopo Baru, Jumat (27/12).

Akan tetapi, kata Oos, belum satu pun yang mendaftarkan diri lewat pen­­jaringan bakal calon bupati/wakil bu­­pati ke PKB. ”Padahal kita sudah mem­buka penjaringan bakal calon sejak awal Desember 2019, hingga 15 Januari 2020. Tapi sampai saat ini belum ada yang daftar,” tuturnya. (dik)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.