Demokrat BisaUsung Non Kader

PKB Siap Geser Dominasi PPP

127
0

TASIK – Di Pilkada Tasikmalaya 2020, PKB Kabupaten Tasikmalaya bertekad menggeser dominasi PPP yang telah berkuasa di eksekutif kurang lebih selama 20 tahun.

Untuk itu, partai yang didirikan sejumlah kiai Nahdlatul Ulama (NU) tersebut, akan berupaya keras menjadi pemenangan di Pilkada yang akan digelar 23 September 2020.

“Dan saya kira cukup lah PPP berkuasa selama 20 tahun di Kabupaten Tasik.

Kini giliran saudara hijau tuanya (PKB),” ujar Sekretaris Fraksi PKB Kabupaten Tasikmalaya Usman Kusmana kepada Radar, Rabu (26/6).

Dia mengatakan di Pilkada nanti, PKB mematok target mengusung kandidat bakal calon Bupati Tasikmalaya. ”Saat ini kita sudah melakukan pemetaan dan terus membaca peluang serta mengukur kekuatan,” ujarnya.

Namun dengan hasil Pileg 2019 yang meraih 8 kursi di DPRD Kabupaten Tasikmalaya, sangat realistis apabila PKB mengusung Z1. ”Maka kita akan berupaya keras mengusung kader terbaik internal maju di pilkada,” tutur Wakil Ketua 1 DPC PKB Kabupaten Tasikmalaya itu.

Loading...

Sejauh ini, kata Usman, nama seperti KH Acep Adang Ruhiat, H Haris Sanjaya dan H Oleh Soleh menjadi tiga nama terkuat yang akan diusung PKB. “Untuk sementara ini, tiga nama tersebut yang muncul dipublik, dan memang ketiganya merupakan kader terbaik partai,” paparnya.

Yang jelas, tambah Usman, PKB ingin menangkap momentum baik saat ini, dimana PKB baik secara nasional maupun di daerah memiliki raihan suara sangat signifikan. ”Maka kita sambut momentum baik ini, dengan menempatkan kader terbaik di eksekutif,” terang lelaki yang hobi menulis tersebut.

Terkait mekanisme penentuan kandidat yang akan diusung PKB? Usman mengatakan keputusan siapa yang diusung menjadi ranah DPP PKB. Tetapi DPP akan terlebih dahulu membaca peta dan masukan di lapangan. ”Salah satunya mendengarkan masukan tokoh, ulama dan pengurus di tingkat bawah. Meski keputusan atau rekomendasi akhir ada di tangan DPP,” katanya.

Ketika ditanya apakah PKB sudah melakukan komunikasi politik dengan parpol lain? dengan tegas Usman menjawab sudah melakukan penjajakan secara non formal. ”Sudah lah kalau itu mah (komunikasi dengan parpol, Red), namun baru sebatas non formal,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, PPP Kabupaten Tasikmalaya akan memutuskan kandidat yang diusung di Pilkada 2020, usai pelaksanaan muktamar partai pada Juli atau Agustus 2019. “Nanti muktamar dulu, setelah itu DPP PPP membahas soal pilkada di daerah. Termasuk menentukan siapa nama yang akan diusung PPP, apakah internal atau eksternal,” ujar Ketua Fraksi PPP Kabupaten Tasikmalaya H Asop Sopiudin kepada Radar, Kamis (20/6).

Menurut Asop, sejauh ini nama yang muncul dari PPP ke publik yakni Cecep Nurul Yakin, Lina Ruzhan, KH Didi Abdul Hadi dan KH Arif Affandy. ”Tapi nama di atas baru sebatas wacana, belum menjadi keputusan partai,” tuturnya.

Asop menjelaskan siapa pun kader PPP berhak mencalonkan diri sepanjang telah memiliki panggung yang disediakan. Artinya ada rekomendasi dari DPP PPP. ”Sebab PPP ingin mempertahankan tradisi selama 20 tahun selalu memimpin di Kabupaten Tasikmalaya,” paparnya.

Sehingga, kata Asop, adanya semangat mempertahankan tradisi tersebut. Membuat PPP di Pilkada 2020 betul-betul akan bekerja maksimal. “Maka kita tetap menargetkan untuk meraih posisi kandidat calon bupati (Z1),” ungkapnya.

**Tak Mau Jadi Penggembira

Dengan raihan lima kursi di Pileg 2019, Partai Demokrat Kabupaten Tasikmalaya menegaskan tak ingin menjadi sekadar penggembira di Pilkada 2020.

Untuk itu, partai berlambang bincang mercy tersebut tengah memantau beberapa kandidat yang sudah ramai di gadang-gadang maju sebagai calon Bupati Tasikmalaya.

“Kita pantau dan survei kandidat yang muncul ke permukaan, apakah kita akan mengusung atau mendorong calon,” ujar Ketua DPC partai Demokrat Kabupaten Tasikmalaya Ferry Willyam kepada Radar, Rabu (26/6).

Saat ini, kata dia, Demokrat tengah menggodok beberapa nama mulai dari kader internal, eksternal, birokrat, pengusaha, tokoh agama dan tokoh masyarakat di Kabupaten Tasikmalaya.

“Karena target kita, yakni menjadi pemenang di Pilkada 2020. Bisa mengusung atau mendukung,” paparnya.

Menang disini, kata Ferry, artinya menjadi pemenang di Pilkada 2020, berkoalisi dengan partai mana pun. Termasuk menang dengan mendorong kandidat, figur atau calon bupati yang didorong maju dari internal atau eksternal.

“Artinya kita dari awal komitmen, bahwasanya Demokrat akan mengusung kader internal atau non kader. Yang jelas Demokrat dalam kontestasi pilkada siap dan aktif membuka kemenangan,” tegas Ferry. (kim/dik)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.