PKL Alun-Alun Minta Tempat

BERJUALAN. Para pedagang kaki lima (PKL) berjajar berjualan di Alun-Alun Ciamis, Jumat (14/9). Para PKL meminta pemkab memberikan tempat berjualan berkenaan dengan penataan alun-alun. (Iman S Rahman/radartasikmalaya.com)

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

CIAMIS – Para pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Alun-Alun Ciamis meminta pemerintah memberikan tempat berjualan yang representatif berkaitan dengan rencana penataan total.

Pasalnya, kawasan alun-alun ini merupakan sumber utama pencahariannya.

PKL Alun-Alun Ciamis Rasidi (40) mendukung penataan alun-alun menjadi lebih megah. Namun, diharapkan pemerintah memberikan tempat yang bagus dan nyaman bagi PKL agar tidak berserakan.

“Kami juga ingin sekali diakomodir dan ditempatkan dengan layak. Sehingga kami berjualan nyaman dan tidak akan takut diusir Satpol PP,” paparnya kepada Radar, Jumat (14/9) siang.

Bila tidak ada tempat yang disediakan oleh pemerintah, terang dia, PKL nanti akan memilih tempat masing-masing. Sehingga wajar bila nanti akan terlihat semrawut karena tidak difasilitasi.

“Pada dasarnya kami ingin difasilitasi oleh pemerintah dan bisa berjualan dengan nyaman di alun-alun,” ungkapnya.

PKL lainnya Maman (30) juga sepakat dengan perombakan alun-alun. Namun, selain penataan itu, pemerintah harus memikirkan nasib PKL. Karena kawasan alun-alun merupakan sumber pencaharian utama.

“Harapan kami PKL bisa ada penempatan lokasi berjualan. Bila pun sifatnya ngontrak atau ada tarif retribusi kami setuju saja. Asal ada lokasi yang layak,” tutur dia.

Pengunjung alun-alun, Tata Hamdani (35) menyebut pemerintah memang sudah selayaknya memberikan tempat bagi PKL agar tidak berceceran di mana-mana. Kesemrawutan itu juga akan berefek pada kemacetan arus lalu lintas di alun-alun.

“Saya sangat setuju bila adanya PKL yang ditempatkan. Sehingga terakomodir dan tidak tercecer dimana-mana. Sehingga tidak kumuh,” jelas dia. (isr)

loading...