PKL Harus Bersabar, Nanti Pasti Ramai

124
SEPI PEMBELI. Gedung baru sepi pembeli dikeluhkan PKL yang direlokasi dari Pantai Barat dan Timur Pangandaran.

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

PARIGI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pangandaran meminta para pedagang kaki lima (PKL) yang direlokasi dari Pantai Barat dan Timur Pangandaran untuk bersabar terkait dengan sepinya transaksi jual-beli.

Pemerintah sedang berupaya untuk menangani kekurangan-kekurangan di tempat baru itu.

“Kita sudah berupaya, dalam hal ini pemerintah punya kewenangan untuk mengatur. Kalaupun ada kekurangan ya baik dari bangunan, mari kita sempurnakan,” ungkap Sekda Pangandaran Mahmud SH MH, Selasa (3/4).

Menurut dia, pedagang sempat memberikan opsi agar mereka bisa menawarkan dagangan di pinggir pantai. Namun lokasi berdagang tetap di dalam kios.

“Kalau seperti itu tidak bisa, kan sudah direlokasi,” ujarnya.

Pemerintah juga berusaha untuk mendorong dan membiasakan para wisatawan untuk berbelanja ke kios para pedagang. Salah satunya membuat rekayasa lalu lintas (lalin) dengan memindahkan parkir ke dekat kios.

“Agar nantinya mereka terbiasa untuk berbelanja ke sana,” jelasnya.

Dia optimis secara bertahap kios PKL akan ramai dikunjungi secara bertahap. Walaupun diakuinya bahwa kios tersebut belum berfungsi secara maksimal.

“Tapi ini itunya kita kan penuhi secara perlahan,” kata dia.

Kios yang ditempati para PKL tersebut, jelas dia, adalah sewaan dari PT KAI. Hal ini sebagai bukti bahwa pemkab sudah berbuat banyak.

“Awalnya itu milik Pemda Ciamis digugat PT KAI, lalu Ciamis kalah. Makanya sekarang kita sampai nyewa Rp 1 miliar per tahun,” tuturnya.

Ia melihat masalah pedagang setelah relokasi juga sering terjadi tiap kabupaten kota.

”Kalau melihat sama saja, tapi tetap kita akan melakukan yang terbaik,” ujarnya.

Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah Dan Perdagangan (DPMPTSP KUMKMP) Drs Tedi Garnida MM menyatakan pemerintah tidak tinggal diam dalam menata kios PKL agar lebih baik lagi.

“Tidak ada niatan pemkab untuk me­nyengsarakan warganya. Adapun yang dagangannya belum laku itu masih proses,” ujarnya. (den)

loading...