PKL Pepmatas Nunggu Solusi dari Pemkot Tasik

40

CIHIDEUNG – Pembina Perkumpulan Pedagang Masyarakat Kota Tasikmalaya (Pepmatas), Nanang Nurjamil, angkat bicara terkait pernyataan Wali Kota Tasik, Budi Budiman dan Wakil Wali Kota Tasik, HM Yusuf yang keukeuh (kukuh, red) bahwa kawasan batu Andesit harus bebas dari aktivitas PKL.

Kata dia, Kamis (15/8), lokasi andesit Taman Kota sudah steril atau bersih dari aktivitas Pedagang Kaki Lima (PKL) yang tergabung dalam Pepmatas.

“Tinggal pemerintah sekarang harus memberikan kebijakan juga sebagai solusi, kemana para PKL akan direlokasi,” paparnya kepada radartasikmalaya.com, Kamis (15/8).

Baca Juga: PKL Tamkot Tolak Dadaha
Baca Juga: Budi-Yusuf Keukeuh Kawasan Andesit Harus Bebas PKL, Ini Alasannya..

Jadi, tegas dis, Pemkot jangan hanya menginstruksikan PKL harus pindah dan batu andesit harus bersih. Sementara itu lahan untuk pindahnya belum disiapkan, area halaman GOR Sukapura Dadaha yang selama ini seringkali disampaikan oleh walikota sebagai lahan relokasi, sarana dan prasarananya malah belum memadai.

“Terutama menyangkut Penerangan Jalan Umum (PJU) yang masih sangat terbatas, siteplan-nya seperti bagaimana, pengaturan kawasan parkirnya bagaimana dan hal-hal lainnya,” terangnya.

Maka dari itu, mari sama-sama tinjau ke lokasi Dadaha kalau malam hari dan lihat fakta di lapangannya seperi apa dan bagaimana. “Jadi pemerintah jangan terkesan asal tunjuk lokasi untuk relokasi, sementara sarana dan prasarana belum siap,” bebernya.

Baca Juga: Soal PKL Batu Andesit, Yusuf Minta DPRD Bersinergi dengan Pemkot
Baca Juga : Dewan Minta Penertiban PKL di Kota Tasik Harus Menyeluruh, Termasuk di Daerah Ini..

“Kasihan para PKL nanti jualannya menjadi sepi karena tidak ada orang datang mau berkunjung ke lokasi Dadaha yang kalau malam cenderung gelap. PKL Pepmastas sejak awal sangat mendukung kebijakan pemerintah untuk mengembalikan fungsi taman batu andesit menjadi fasilitas jalan umum, tetapi beri juga para PKL solusi yang layak,” sambungnya.

Dia juga menambahkan, pihak Pemkot Tasik mengajak para PKL bicara. Karena mereka juga warga Kota Tasikmalaya. Apalagi PKL Tamkot itu sudah ada wadah organisasinya yg memiliki legalitas yang jelas (Pepmatas).

“Jadi tinggal panggil pengurusnya, berikan pemahaman, adakan musyawarah untuk mecari solusi dan kesepakatan yg terbaik. Kemarin Pepmatas sudah audiensi di DPRD, hadir para wakil ketua dan anggota komisi DPRD yg membidangi masalah PKL, hadir juga seluruh Dinas/OPD terkait, sudah dicapai kesepakatan sementara, sayangnya kesepakatan tersebut pada akhirnya ketika diimplementasikan di lapangan tidak konsisten dengan apa yang telah disepakati bersama,” tambahnya.

Namun demikian, para PKL Pepmatas tetap mengikuti arahan dari Satpol PP di lapangan dengan menggeser PKL makanan keluar dari area batu andesit dan terpaksa meliburkan para PKL mainan.

Intinya, PKL Pepmatas siap ikut mendukung pada kebijakan Pemkot, buktinya para PKL tidak melakukan reaksi perlawanan ketika area batu andesit harus dikosongkan.

“Tetapi persoalannya tidak sampai disitu, pemkot harus memikirkan juga bagaimana dengan kelanjutan usaha mencari nafkah para PKL, untuk itu mari kita bicarakan dan duduk bersama untuk mencari soluis, para PKL Tamkot itu harus pindah kemana. Kalau tidak ada solusi dan arahan yang jelas, nanti malah menjadi liar menempati area jualan di sembarang tempat,” jelasnya.

Serta, tukas dia, ujung-ujungnya timbul lagi masalah baru, nanti kembali lagi ke Pemkot yang repot untuk menertibkan. “Polemik PKL Cihideung saja belum bisa diatasi hingga saat ini, jangan sampai timbul polemik baru. PKL Pepmatas taman kota siap untuk duduk bersama, ikut pada kebihakan pemerintah, mereka hanya butuh tempat untuk berusaha,” tukasnya.

(rezza rizaldi/ radartasikmalaya.com)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.