Berharap Ada Solusi, Ingin Tetap Berjualan

PKL Tamkot Cemas

167
0
BEROPERASI. Suasana di kawasan batu andesit yang dipakai kegiatan usaha para pedagang kaki lima (PKL), Senin (18/2).Ujang Nandar / Radar Tasikmalaya

CIHIDEUNG – Pedagang kaki lima (PKL) Taman Kota (Tamkot) saat ini cemas setelah mendengar akan ada rencana penertiban dari Pemerintah Kota Tasikmalaya.

“Kami memang saat ini merasa cemas berdagang di Tamkot ini dengan adanya rencana penertiban,” kata Sekretaris Pedagang Masyarakat Kota Tasikmalaya (Pekmatas) Dadang Budiana Kamis (21/2).

Untuk itu, pihaknya meminta segera ada solusi untuk kepastian para pedagang di Tamkot agar mereka bisa tetap tenang berjualan. “Kami minta cepat ada solusi dengan catatan solusinya tetap berjualan di Taman Kota ini,” ujar dia.

Saat ini pihaknya meminta kepada pemerintah membatalkan rencana penertiban, karena memang bila ditertibkan tidak dengan ada solusinya akan banyak pengangguran dan meningkatkan kasus kejahatan.

“Sebetulnya kami setuju ditertibkan, dalam artian ditata supaya terlihat menarik. Tetapi kami tidak setuju bila kami ditertibkan tidak bisa berjualan lagi di Tamkot ini,” jelas Dadang.

Di sisi lain, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Pemerhati Lingkungan Hidup Indonesia (LPLHI) Kota Tasikmalaya Asep Devo mengatakan idealnya Taman Kota tersebut bebas dari berbagai polusi dan ramah lingkungan.

“Memang idealnya tidak ada aktivitas perdagangan,” katanya kepada Radar Kamis (21/2).

Taman Kota, kata Asep, merupakan salah satu ruang terbuka hijau yang disediakan untuk dinikmati oleh masyarakat dengan suasana perkotaan yang banyak polusi dari kendaraan. “Makanya bukan tempat para pedagang seperti PKL ini,” katanya.

Menurutnya, penertiban PKL di Tamkot seharusnya dilaksanakan oleh pemerintah sejak awal atau saat itu memang kondisi PKL belum begitu banyak.

“Seharusnya sejak awal penertiban itu, bukan setelah banyak PKL-nya dan itu saya nyatakan salah,” tutu dia.

Permasalahan PKL Tamkot, kata Asep, karena sebelum-sebelumnya pemerintah membiarkan PKL masuk ke lingkungan Tamkot itu. “Ini ketidaktegasan pemerintah sejak awal,” ujarnya.

Meski setuju dengan penertiban PKL Tamkot, Asep meminta pemerintah tetap memikirkan nasib para PKL Tamkot agar mereka tetap bisa mencari penghasilannya.

“Pemerintah tetap harus menyediakan tempat yang sesuai untuk para PKL ini agar mereka tetap bisa berjualan dan tidak ada masalah kemudian hari,” jelasnya.

Sementara Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (KUMKM-Perindag) Kota Tasikmalaya H M Firmansyah mengatakan PKL Tamkot bukanlah binaan Perindag melainkan tumbuh berkembang sendiri yang merangsek masuk ke area Taman Kota. “PKL bukan binaan Indag tapi tumbuh dan berkembang sendirinya,” ujar dia.

Bahkan Kepala Bidang Per­da­gangan Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (KUMKM-Perindag) Kota Tasikmalaya Uron saat dimintai keterangan mengenai PKL Tamkot, Alun-alun dan Cihideung sampai tadi malam, tidak menjawabnya. (ujg)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.