Siapa Calon bupati Tasikmalaya pilihan anda?
16%

84%

Ingin Berjualan di Eks Setda Lama

PKL Tamkot Tolak Dadaha

62
0
MENGADU. Perkumpulan Pedagang Masyarakat Kota Tasikmalaya (Pepmatas) beraudiensi bersama anggota dewan di Ruang Badan Musyawarah DPRD, Selasa (13/8). Firgiawan / Radar Tasikmalaya

INDIHIANG – Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) yang biasa beroperasi di Taman Kota mengadu ke DPRD Kota Tasikmalaya. Mereka meminta wakil rakyat turut mendorong tuntutannya supaya tetap beroperasi tak jauh dari area andesit.

Pembina Perkumpulan Pedagang Masyarakat Kota Tasikmalaya (Pepmatas) H Nanang Nurjamil mengatakan, PKL ingin wakil rakyat mendesak pemkot untuk memikirkan nasib pedagang kecil supaya bisa beroperasi di halaman eks setda lama Jalan Mayor Utarya. Termasuk, meminta dukungan supaya pedagang busana muslim yang rutin berjualan setiap Rabu bisa beroperasi. “Untuk hari Rabu besok, kami menunggu konfirmasi dari DPRD yang akan berkoordinasi dengan Dishub. Karena besok mungkin ada penutupan jalan sementara,” kata Nanang usai audiensi di ruang badan musyawarah, Selasa (13/8).

“Daripada seperti minggu kemarin para pedagang busana muslimnya berjualan di trotoar dan ternyata makin kumuh, kami akan minta kembalikan ke batu andesit dengan pertimbangan bahwa itu sifatnya insidentil dan temporer,” katanya.

Selain itu, Nanang meminta untuk lapak PKL kuliner dan wahana permainan anak sementara berjualan di bahu kiri dan kanan Masjid Agung. Sebelum pemkot dan pemkab berkomunikasi kaitan pemanfaatan area parkir setda lama untuk digunakan PKL dan penyewaan wahana permainan dikabulkan. “Kalau diizinkan maka semua akan dipindahkan ke sana, area parkir pemkab dan jalan terusan Mayor Utarya,” kata dia.

Adapun opsi relokasi ke Dadaha yang diwacanakan pemkot, pihaknya dengan tegas menolak. Sebab, sarana prasarana penunjang di kompleks olahraga itu dianggap belum memadai. “Tadinya memang wali kota memberi opsi dipindah ke Kompleks Dadaha semua, tapi siapa yang akan datang ke Dadaha dengan kondisi saat ini. Prasarana penunjang, di antaranya penerangan di sana belum memadai,” tuturnya.

“Kecuali pemkot memfasilitasi dengan lampu penerangan, wc portable serta adanya magnet keramaian sehingga mendatangkan pengunjung ke Dadaha agar para PKL bisa berusaha,” sambungnya.

Wakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya Muslim MSi mengatakan, hasil pertemuan tersebut memunculkan beberapa poin. Pertama, Jalan Mayor Utarya dan halaman eks setda akan digunakan tempat kuliner dan mainan. Samping kiri dan kanan Masjid Agung pun bisa digunakan untuk lapak kuliner. “Namun untuk pemanfaatan lahan parkir eks setda Kabupaten Tasikmalaya, sebagai tempat relokasi PKL sementara, itu jelas harus ada persetujuan pemkab sebagai pemilik aset,” katanya.

Pihaknya akan segera mendorong pemkot supaya secepatnya berkomunikasi dengan Pemkab Tasikmalaya, terkait aspirasi para pedagang. Termasuk, PKL reboan yang rutin berjualan ketika pengajian di Masjid Agung, ia tidak keberatan untuk beroperasi sementara di sekitaran masjid. “Sementara untuk PKL reboan, kami tidak berkeberatan pada dasarnya. Mengingat mereka sifatnya darurat atau insidental,” ucap Muslim. (igi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.