Plang dan Spanduk Berisi Tarif Parkir Baru di Kota Tasik Dicabut

94
0

KOTA TASIK – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tasikmalaya melalui UPTD Parkir, akhirnya menurunkan plang dan spanduk berisikan kenaikan tarif parkir yang menuai protes dari warga, Rabu (8/1) malam.

Kepala UPTD Parkir, Hamzah Diningrat membenarkan hal tersebut. Kata dia, penurunan atribut sosialisasi ini dilakukan dari Simpang Lima, HZ Mustofa, Dr Soekardjo hingga ke Yudanegara.

“Rambu sosialisasi kenaikan tarif parkir (spanduk, plang dan stiker, Red) memang sedang kami copot ini. Dimulai jam 20.00 WIB,” ujar Hamzah yang dihubungi radartasikmalaya.com melalui ponselnya.

Terang dia, hal ini dilakukan pihaknya hasil komunikasi dengan Komisi II DPRD, Selasa (7/1) Kemarin. “Kemarin kita sepakat untuk menarik Perwalkot dan beralih ke Perda 4 2011 hingga ada regulasi baru,” terangnya.

“Kita juga tetap akan menyiapkan regulasi baru. Karena regulasi 2011 itu sudah sangat lama. Harusnya setiap tiga tahun sekali ditinjau. Jadi kami wajib memperbaruinya,” sambungnya.

Sebab, terang dia, harga kertas dan bensin saja sudah berapa kali naik dari 2011. “Tapi ini di kifa belum naik tarif parkir. Makanya kita buat Perwalkot itu. Karena dikritisi, ya kita tinjau ulang,” terangnya.

Terkait soal karcis parkir, tambah dia, selama ini pihaknya memang tak memberi karcis untuk digunakan para tukang parkir.

“Selama ini hanya manarget ke juru parkir. Jadi bagi hasil. Karena itu kita tak bisa menggambarkan potensinya. Karena petugas parkir tidak digaji. Kita bagi hasil dengan petugas,” tambahnya.

Disinggung kapan kebijakan baru soal harga parkir akan diumumkan kembali setelah ditinjau ulang, dia enggan menjawabnya. “Terkait hal itu mah saya tak punya kewenangan untuk menjawabnya kang,” pungkasnya.

(rezza rizaldi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.