Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

4.1%

19.7%

8.1%

68.1%

PLN GI Tasikmalaya Jaga Pasokan Listrik Dari Ancaman Layang-layang

538
0
Petugas PLN Gardu Induk (GI) Tasikmalaya Unit Layanan Transmisi dan Gardu Induk (ULTG) Ciamis saat sweeping pemain layangan tali kawat di wilayah Kota Tasikmalaya. diki setiawan/ radartasikmalaya.com

TASIK – PLN Gardu Induk (GI) Tasikmalaya Unit Layanan Transmisi dan Gardu Induk (ULTG) Ciamis terus meningkatkan pelayanan terhadap pelanggan.

Salah satunya dengan menjaga ketersediaan pasokan listrik dari ancaman bahaya layang-layang menggunakan tali atau benang kawat dan sejenisnya.

Bahkan petugas dari PLN menyatakan perang melawan layangan yang menggunakan benang kawat.

Termasuk menggelar Sweeping Penertiban terhadap para pemain layang-layang yang bermain di dekat gardu listrik dan saluran transmisi baik itu SUTET (saluran udara tegangan ekstra tinggi) maupun SUTT (saluran udara tegangan tinggi).

Manager Unit Layanan Transmisi dan Gardu Induk (ULTG) Ciamis, Azwar Haris menjelaskan, hingga saat ini, layang-layang yang menggunakan tali kawat dan sejenisnya menjadi salah satu faktor utama terjadinya gangguan aliran listrik di PLN.

Penggunaan tali berbahan dasar kawat pada layang-layang, terang dia, seringkali mengakibatkan terjadinya kerusakan pada jaringan listrik PLN yang berdampak pada pemadaman listrik di beberapa wilayah (Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Ciamis).

Permainan layang-layang baik itu yang menggunakan tali kawat maupun benang biasa, bukan hanya mengancam jaringan listrik tetapi bisa mengancam dan membahayakan jiwa manusia.

“Dampaknya sangatlah berbahaya, bagi para pemain layang-layang, bilamana benang atau tali kawat layang – layang terkena saluran listrik dan juga menyebabkan listrik padam sehingga merugikan masyarakat yang sehari-hari membutuhkan listrik,” beber Azwar (MULTG Ciamis), kepada Radar, Selasa (08/09).

Manajer ULTG Induk Ciamis Azwar Haris

Seperti diketahui, jelas dia, ULTG Ciamis yang membawahi Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) 500 KV Tasikmalaya, Gardu Induk (GI) 150 KV Tasikmalaya dan Gardu Induk (GI) 150 KV Ciamis.

Kemudian, Gardu Induk (GI) 150 KV Banjar, Gardu Induk (GI) 150 KV Karangnunggal dan Gardu Induk (GI) 70 KV Pangandaran mengelola transmisi suplai utama mengalirkan listrik ke pelanggan luas sampai ke Jakarta.

“Misalkan ada gangguan yang meluas, masyarakat akan rugi listriknya padam, tidak bisa menonton televisi, pakai AC, kulkas, bahkan mengganggu aktifatas kerja yang membutuhkan listrik, baik laptop atau handphone akan terganggu,” kata dia.

PLN sendiri, terang dia, bahkan sudah mencatat beberapa kali gangguan listrik yang disebabkan oleh layang-layang tali kawat yang tersangkut di jaringan kabel atau gardu listrik PLN.

Seperti di wilayah Tasikmalaya di Kecamatan Tamansari, Sambongpari, Cilembang sampai ke Paseh.

“Salah satu contohnya, banyak pemain layangan menggunakan tali kawat, yang bermain di sekitar saluran transmisi kami yang melintasi area Cilembang. Jadi ketika ada tali kawat layangan mengenai kawat konduktor, gangguan atau listrik padam bisa meluas sampai ke Malangbong, Garut. Bahkan bisa menyebabkan pemadaman total atau black out,” ungkap dia.

Dia menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk meningkatkan kesadaran menjaga aset yang dimanfaatkan untuk kepentingan umum, terutama listrik.

Karena, lanjut dia, pada saat suhu menjadi lembab, embun atau datang hujan layang-layang yang tersangkut ini dapat berubah menjadi objek atau bahan yang menghantarkan listrik atau konduktor.

“Ketika jaringan saling terhubung, maka dapat menyebabkan arus hubung singkat, yang mengakibatkan gangguan listrik di masyarakat sekitar,” jelas dia.

PLN tentunya, dalam hal ini tidak bisa sendiri, memerlukan peran serta masyarakat, salah satunya adalah dengan tidak bermain layang-layang di sekitar jaringan PLN.

“Kepada seluruh masyarakat, sekali lagi kami minta untuk tidak bermain layang-layang di sekitar jaringan PLN. Selain berbahaya untuk diri sendiri, dapat mengganggu pasokan listrik untuk masyarakat sekitar,” kata dia.

Bahkan, tambah dia, dalam peraturan daerah (Perda) Kota Tasikmalaya Nomor 11 Tahun 2009 tentang Tertib Lingkungan dalam pasal 30, dalam rangka mewujudkan tertib lingkungan.

Setiap orang atau badan pada poin O dipasal tersebut, dilarang bermain layang-layang menggunakan tali dari bahan metal, logam, kawat dan sejenisnya yang dapat membahayakan jiwa, merusak jaringan kabel listrik, telepon dan atau antena.

Pada pasal 56 di Perda tersebut, terang dia, ada ketentuan pidana bagi setiap orang atau badan yang bermain layang-layang menggunakan tali kawat, bisa dipidana dengan kurungan paling lama 20 hari atau denda paling banyak Rp 750 ribu.

(diki setiawan)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.