PLN: Penerapan B20 Capai 47%

7

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

JAKARTA – Sejak resmi diterapkan pada 1 September 2018 lalu, penggunaan biodiesel 20% (B20) oleh PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) hingga saat ini telah mencapai 304.773 kiloliter. Angka ini hampir menembus setengah dari target yang ditetapkan.

Usai hadir dalam rapat koordinasi mandatori B20 di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian), Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Timur, Bali dan Nusa Tenggara PLN, Djoko Abu Manan mengaku optimis penerapan B20 bisa mencapai 100%.

“Saat ini sudah 47%, artinya kan kemungkinan sampai akhir tahun bisa tercapai (target penggunaan 100%),” ujar Djoko di Sawah Besar, Jakarta, Kamis (18/10).

Djoko mengaku, penyediaan B20 masih menjadi kendala sejauh ini. Sebab, pasokan B20 di bagian Indonesia Timur terhambat lantaran masalah logistik.

Namun, dirinya yakin Pertamina sebagai pemasok dapat segera mengatasi hal tersebut. “Paling banyak kendala daerah Timur, masalahnya transportasi kan di sana,” imbuhnya.

Terkait kendala logistik B20, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Djkko Siswanto mengaku telah selesai menggodok sanksi bagi keterlambatan pengiriman B20. Aturan tersebut, kata dia, hingga saat ini masih dievaluasi pihak-pihak terkait.

“Baru selesai SOP sanksinya, nanti (sanksi keterlambatan pengiriman) akan sesuai SOP. Sejauh ini masih kita evaluasi,” jelasnya singkat.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Darmin Nasution menjelaskan, kelancaran penerapan B20 masih terkendala pada hal teknis.

Dirinya mengaku telah melaporkan hal tersebut kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Tadi sudah saya jelaskan juga apa yang sudah dan perlu dilakukan. Intinya (permasalahan) tidak bisa langsung selesai,” ujar Darmin beberapa waktu lalu.

Darmin menambahkan, hal teknis yang dirinya maksud meliputi persoalan tangki penampung dan penyaluran B20. Semua itu bisa berdampak pada keterlambatan pembuatan nota pemesanan (purchase order).

“Intinya masalah ada ketidaksiapan. Kemudian purchase order keluar, minta 3 hari selesai, dan sebagainya. Soal-soal teknis sebetulnya seperti kapak, jarak pengiriman, seperti itu,” pungkasnya.

CALEG KITA

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.