PLN Tak Mau Gegabah soal Pemutusan Listrik Tower Ilegal

98
0
RAMAH. Manajer Unit Layanan Terpadu PLN Kota Banjar Kelik Kurniawan menyebut pemutusan listrik di tower bisa dilakukan, namun dengan beberapa syarat. Cecep herdi / radar tasikmalaya
RAMAH. Manajer Unit Layanan Terpadu PLN Kota Banjar Kelik Kurniawan menyebut pemutusan listrik di tower bisa dilakukan, namun dengan beberapa syarat. Cecep herdi / radar tasikmalaya

BANJAR – Manajer Unit Layanan Terpadu PLN Kota Banjar Kelik Kurniawan menjelaskan pemutusan arus listrik di menara telekomunkasi (tower) di wilayah Pintusinga bisa dilakukan, asal memenuhi salah satu dari tiga dasar pemutusan.

Diantaranya putusan pengadilan, pembayaran pelanggan mengalami tunggakan dan permohonan pemerintah (kepala daerah) untuk kepada PLN untuk pemutusan aliran listrik di tower tersebut.

“Putusan pengadilan tidak ada, kemudian pelanggan juga tidak mengalami keterlambatan pembayaran. Solusinya jika tower perlu dipadamkan, yakni harus ada surat permohonan pemutusan dari wali kota dengan menyertakan alasan-alasannya,” kata Kelik di Kantor Unit Pelayanan Terpadu PLN Kota Banjar Kamis (5/12).

Pihaknya tetap tidak mau gegabah dalam memutuskan aliran listrik tanpa ada permohonan resmi dari pemerintah.

“Silakan tinggal disampaikan oleh Satpol PP permohonannya, tapi harus tanda tangan dari wali kota, permintaan pemutusan harus langsung kebijakan dari kepala daerah,” kata Kelik.

Kasatpol PP Kota Banjar Edi NR melalui Kepala Bidang Penegakan Perda Asep Sutarno akan membahas secara internal soal permohonan tersebut. Pasalnya, pihaknya sudah melakukan penyegelan sesuai prosedur penindakan dan intruksi wali kota. “Nanti saya sampaikan dulu ke pimpinan,” kata Asep.

Kuasa hukum warga terdampak tower Hendrayana mengatakan penindakan berupa penyegelan tidak akan berpengaruh pada operasional towernya. “Sama saja bohong, tower masih nyala, masih beroperasi,” katanya. (cep)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.