PLN Tanam 21 Ribu Pohon

84
0
SIMBOLIS. Senior Manager Distribusi PT PLN Unit Induk Distribusi Jawa Barat Hendra Slamet Riyadi melaksanakan gerakan menanam 21 ribu pohon kemarin. soni tarsoni / rakyat garut

CIBIUK – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jawa Barat bekerja sama dengan Yayasana Buana Hijau Sejahtera di Pesantren Mafaza Indonesia Desa Cibiuk Kaler Kamis (28/11). Gerakan menanam 21 ribu pohon itu dalam rangka Hari Menanam Pohon Indonesia.

Senior Manager Distribusi PT PLN Unit Induk Distribusi Jawa Barat Hendra Slamet Riyadi mengatakan penanaman pohon dilaksanakan di seluruh unit bisnis PLN se-Indonesia. Kegiatan terebut juga sebagai bentuk tanggung jawab sosial PLN. “PLN konsisten berkontribusi dalam program peningkatan kualitas hidup masyarakat dan lingkungan hidup,” katanya usai membuka gerakan menanam 21 ribu pohon.

Dia menyebut penanaman pohon telah dilakukan sejak tahun 2018. Konsepnya dengan memberdayaan lembaga pendidikan dan komunitas masyarakat dalam menghijaukan lahan kritis. “PLN mengapresiasi kepada kelompok masyarakat yang telah bekerja sama lahannya untuk ditanami berbagai tanaman produktif,” ujarnya.

Ketua Yayasan Buana Hijau Sejahtera Yudi Rismayadi mengatakan penanaman pohon mengadopsi konsep Arboretum ku Bersinar. Yakni setiap lokasi penanaman sedikitnya ditanami lima jenis pohon berbeda. Jumlah pohon yang ditanam tiap jenisnya minimal tujuh pohon. “Kebanyakan pohon yang ditanam adalah pohon buah-buahan hasil okulasi. Dalam kurun waktu kurang dari tiga tahun, manfaat langsung pohon sudah bisa dinikmati pemilik lahan. Karena sudah bisa berbuah,” ujarnya.

Kata Yudi, dua manfaat menanam pohon yang bisa dirasakan masyarakat yaitu manfaat langsung dan tidak langsung. Manfaat langsung seperti dari buah-buah. Manfaat tidak langsung bisa dirasakan dari fungsi hidrologis karena pohon memproduksi oksigen dan penyerap karbondioksida. “Yang kita rasakan cuaca panas saat ini karena karbondioksida lebih banyak dari oksigen,” katanya

Kepala Bidang Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) Dedi Hendrawan menerangkan lahan kritis di Jawa Barat cukup tinggi. Berdasarkan SK Kementerian Kehutanan tahun 2018, sedikitnya ada 911.192 hektare lahan kritis. Dari jumlah tersebut 700 ribu hektare berada di luar kawasan hutan, sementara kawasan dalam hutan sekitar 200 ribu hektare.

Loading...

Dia mengapresiasi upaya PLN membantu pemerintah dalam menanggulangi lahan kritis dan mengajak semua bersama-sama melaksanakan penanaman pohon. Hal itu sejalan dengan program pemerintah, yakni setiap orang melaksanakan penanaman minimal 25 pohon.

”Saat SD menanam lima pohon, SMP lima pohon, SMA lima pohon, perguruan tinggi lima pohon dan waktu menikah lima pohon. Jadi 25 pohon setiap orang selama hidup. Maka lahan-lahan kosong ini akan tertanami,” ujarnya. (adv/son)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.