PLN Tebang Puluhan Pohon di Bawah SUTET Tasik-Kesugihan

56
0
radartasikmalay.com
Petugas PLN melakukan penebangan pohon yang melebihi batas aman ROW, yang dapat memicu gangguan penyaluran listrik di Desa Tanjungsari Kecamatan Gunungtanjung Kabupaten Tasik, Rabu (07/10). diki setiawan/ radartasikmalaya.com

TASIKMALAYA – PLN Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) Tasikmalaya yang berlokasi di Kelurahan Setiamulya-Tamansari sangat berperan penting dalam penyaluran listrik di jalur selatan Pulau Jawa.

Salah satu upaya dalam menjaga pasokan listrik PLN Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Cirebon bersama Unit Layanan Transmisi dan Gardu Induk (ULTG) Ciamis selaku penanggung jawab atas aset GITET Tasikmalaya beserta jalur transmisinya.

Yakni melakukan sidak Right Of Way (ROW) atau Ruang Bebas Gangguan dari pohon pada jalur transmisi SUTET Tasik-Kesugihan tepatnya di Desa Tanjungsari Kecamatan Gunungtanjung Kabupaten Tasikmalaya atau di sekitar Tower 243-244 SUTET Tasik-Kesugihan.

radartasikmalaya.com

Petugas PLN melakukan penebangan pohon yang melebihi batas aman ROW atau yang dapat memicu gangguan penyaluran listrik akibat pohon.

Gangguan yang diakibatkan oleh pohon selain membahayakan masyarakat di sekitar juga dapat menyebabkan terhentinya pasokan listrik ke sejumlah daerah termasuk Jakarta dan sekitarnya (Pemadaman).

Loading...

radartasikmalaya.com

Manager Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Cirebon, Stefanus Yan K mengatakan, PLN melakukan pemeliharaan jaringan sesuai peraturan yang berlaku yaitu pohon yang berada di bawah jalur SUTET yang membahayakan (kondisi kritis) harus di tebang atau di pangkas untuk menjaga keandalan pasokan listrik.

Lanjut dia, tidak hanya melakukan penebangan atau pemangkasan pohon dengan status kritis, PLN juga memberikan sosialisasi mengenai jarak aman ruang bebas di sekitar jalur transmisi baik di jalur SUTT maupun SUTET serta bahaya akan pohon yang berada dalam jarak aman tersebut kepada para pemilik pohon beserta masyarakat di sekitar jalur SUTET Tasik-Kesugihan.

radartasikmalaya.com

Menurut dia, berdasarkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 2 tahun 2019, jarak aman ruang bebas sekitar 9-12 meter dari penghantar dan sekitar 7 meter dari batas kaki tower ke kiri dan kanan, atau dapat disebut dengan ruang yang dibatasi oleh bidang vertikal dan horizontal di sekeliling dan di sepanjang konduktor SUTET 500 kV.

“Dalam batas tersebut, tidak boleh ada benda di dalamnya demi keselamatan manusia, makhluk hidup, dan benda lain, serta keamanan operasi sistem tenaga listrik,” ungkap dia, kepada Radar, Rabu (07/10).

(diki setiawan)

 

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.